Waduh, Kasus COVID-19 di Lebak Tembus 1.854 Orang

  • Whatsapp
Petugas Satgas Covid-19 menggencarkan razia protokol kesehatan dengan membagikan masker kepada warga di Kabupaten Lebak, Banten.

LEBAK, REDAKSI24 – Pandemi COVID-19 belum berakhir, bahkan cenderung kian meningkat, termasuk di Provinsi Banten. Buktinya, kasus COVID-19 di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menembus angka 1.854 orang. Dilaporkan juga angka kematian naik dari 35 orang menjadi 40 orang.

“Kami terus bekerja keras untuk mengendalikan pandemi itu,” kata Komandan Satgas COVID-19 Kabupaten Lebak, Anong kepada wartawan kemarin (13/2/2021).

Bacaan Lainnya

Petugas Satgas COVID-19 yang melibatkan TNI, polisi, dan Satpol PP terus berupaya dengan melakukan razia masker hingga pembubaran kerumunan di tempat-tempat pusat keramaian.

Selain itu, petugas juga melakukan penutupan jalan di kawasan Alun-Alun Rangkasbitung yang dijadikan tempat berkumpul dan kerumunan.

Petugas juga mendirikan posko pendisiplinan protokol kesehatan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi bahaya COVID-19 serta membagikan masker pada warga.

BACA JUGA: Horee, Petani Lebak Panen Padi di Tengah Pandemi COVID-19

Selama ini, kata dia, petugas melakukan patroli dengan menghentikan kegiatan yang dilarang selama masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kegiatan yang dilarang itu, diantaranya pesta perkawinan, hiburan, dan penyelenggaraan kegiatan sosial serta budaya yang bisa mengundang keramaian dan kerumunan.

“Kami bertindak tegas untuk menghentikan kegiatan itu, guna mengendalikan pandemi,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triatno Supiono mengatakan, berdasarkan data COVID-19 sampai Sabtu (13/2/2021) tercatat sebanyak 1.854 orang, 1.141 orang sembuh, 673 orang isolasi dan dirawat serta 40 orang meninggal.

Dia mengakui selama ini, jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten Lebak bertambah dan meningkat akibat rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Pandemi COVID-19 bisa diputus jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi.

“Kami optimistis protokol kesehatan itu lebih efektif untuk mengendalikan pandemi COVID-19,” katanya.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.