Waduh, Data Pemilih Antara Bawaslu dan KPU Tangsel Berbeda

  • Whatsapp
Ketua bawaslu tangsel
Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan mengkhawatirkan adanya potensi perbedaan data pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 pada Desember mendatang.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep mengatakan, ada perbedaan data pemilih antara data yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU),  Dinas Kependudukan dan  Bawaslu.

Bacaan Lainnya

“Data yang kami terima dari KPU itu ada 1.038.662 pemilih, sedangkan data yang dimiliki kami itu Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 965.699 ditambah dengan Daftar Pemilih Khusus (DPK) 108.765 atau jika ditambahkan menjadi 1.073.864. Berarti masih ada selisih 35.202 pemilih. Nah selisih ini yang menjadi pertanyaan kami,” kata Acep saat membuka kegiatan Sinkronisasi Data Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) di Bukit Pelayangan, Cilenggang, Serpong, Kamis (23/7/2020).

Acep menuturkan, adanya perbedaan data tersebut membuat gelisah Bawaslu lantaran pelaksanaan Pilkada semakin dekat.

BACA JUGA: Bawaslu RI Sebut Pelaksanaan Pilkada Tangsel di Tengah Covid-19 Berpeluang Besar Terjadinya Politik Uang

“Maka itu, kami undang pihak terkait KPU dan Disdukcapil untuk duduk bersama menyamakan persepsi dan menyatukan data. Sehingga akan memudahkan pengawasan data pemilihan dalam pelaksanaan Pilkada nanti,” tutur Acep.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Tangsel Bambang Dwitoro belum memberikan tanggapan terkait adanya perbedaan data pemilih tersebut lantaran masih mengikuti rapat koordinasi tersebut.(wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.