Wacanakan New Normal, Kota Serang Harusnya Tetap Waspada Covid-19

  • Whatsapp
new normal
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Serang, Ratu Nuraeni.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Serang, Banten terus bertambah. Bahkan pada Kamis (28/5/2020), terjadi 2 penambahan pasien positif Covid-19. Dengan begitu, pasien positif covid-19 di Ibu Kota Provinsi Banten itu, jumlahnya kini menjadi 11 orang.

Dari 2 pasien tersebut, 1 pasien berjenis kelamin perempuan dengan inisial LM (20) asal Kelurahan Curug, Kecamatan Curug. Sedangkan 1 pasien lagi berjenis kelamin laki-laki berinisial W (54) asal Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang.

Bacaan Lainnya

Kota Serang sendiri disebut sudah menjadi kota tranasmisi lokal penularan covid-19. Dilihat dari transmisi lokal itu,  Kota Serang menjadi zona merah covid-19. Namun begitu, Pemkot Serang tetap akan melanjutkan pembahasaan rumusan new normal atau tatanan kehidupan normal baru.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Serang, Ratu Nuraeni mengatakan, dengan terus bertambahnya kasus covid-19, wacana penerapan new normal di Kota Serang harus dibarengi tingkat disiplin masyarakatnya yang kuat.

“Harusnya tetap terus waspada. Tapi kalau melihat dari sisi pendapatan daerah, kebutuhan masyarakat, pekerja yang membutuhkan pekerjaan, butuh menyambung hidup, mau tidak mau memang harus dibuka kembali. Bekasi saja ujicoba satu Minggu, kalau tidak berhasil new normal, ya kembali lagi,” katanya kepada wartawan, Jum’at (29/5/2020).

Terkait new normal, sambung dia, memang akan dibahas. Selain itu ia juga meminta jika new normal diterapkan agar para pelaku usaha di Kota Serang memiliki sistem dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Pelaku usaha juga dapat memiliki rasa tanggungjawab memantau menjalankan keprotokolan kesehatan. Misalnya mall satu hari misalnya ada 100 pengunjung, dibuat jeda waktu. 50 pengujung pertama 3 jam, silahkan 3 jam dia belanja. Setelah 3 jam dia harus keluar, gantian dengan pengunjung yang baru,” imbuhnya. Pola itu, kata dia, agar tidak terjadi kepadatan pengunjung di dalam mal.

Berkiatan dengan sisitem pada pelaku usaha, menurut Ratu, dipersilahkan kepada pelaku usahanya itu sendiri untuk mangatur. Intinya butuh kedisiplinan bila new normal diberlakukan.

“Menurut saya konsepnya seperti itu, butuh disiplin yang kuat dari semua pihak,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar