Wabub Harap Adanya Kemitraan Antara Perusahaan Besar dan UMKM di Lebak

  • Whatsapp
UMKM di Lebak
Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lebak melakukan perjanjian kerjasama dengan beberapa perusahaan besar di Kabupaten Lebak. Dalam perjanjian, tersebut Pemda Lebak meminta agar perusahaan tersebut dapat mengandeng para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat mengembangkan usahanya.

Perjanjian kerjasama itu dilakukan oleh Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi yang selanjutnya ditandatangani oleh Manager NSC Rangkabitung Rahmat Septiadi Moscha, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, Ahmad sari Alam, pada Acara Fasilitasi Kerjasama strategis antar usaha besar kecil dan menengah, di Hotel Kharisma Rangaksbitung, Kamis (5/12/2019).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lebak mengatakan, perjanjian dilakukan bertujuan agar para pelaku UMKM di Lebak dapat mencapai keberhasilan dalam persaingan baik di pasar domestic maupun global akan lebih mudah diwujudkan apabila dalam pelaksanaannya melibatkan pelaku usaha besar.

“ Kewajiban kita penyambungkan antara pengusaha besar dengan UMKM, karena maju itu tidak boleh sendiri, harus bareng-bereng dengan mendekatkan kesenjangan,” kata Wabup.

Kata Wabub di era industri 4.0 ini, para pelaku UMKM tengah dihadapi persaingan antara pelaku UMKM maupun dengan perusahaan besar. Pasalnya, berdasarkan data pada tahun 2018 saja, jumlah UMK di Kabupaten Lebak sebanyak 50.338.

Menurutnya, jika kesejangan pada persaingan tersebut terlalu tinggi akan berdampak pada ketidaknyamanan sehingga tidak akan kondusif, untuk itu Wabup meminta agar kolaborasi UMKM dengan Pengusaha besar dapat terjalin untuk menjaga kemitraan yang punya prinsip saling menguntungkan, memperkuat dan saling membutuhkan.

Wabup juga berharap agar masyarakat juga turut menjaga kondisifitas agar investor yang sudah ada di Kabupaten Lebak merasa nyaman, sehingga dapat menyerap ribuan tenagakerja. Selain itu, proses pelayanan perijinan terus ditingkatkan karena pengusaha butuh kepastian waktu,

“ Kepastian waktu dalam proses perijinan perbaiki, masyarakat juga turut menjaga kondusifitas, sehingga investor yang sudah ada dan telah menyerap ribuan tenaga kerja tidak kabur,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Hadapi Industri 4.0, Koperasi di Lebak Dituntut Untuk Beradaptasi

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Yosep Mohamad Holis, mengatakan bahwa kemintraan merupakan suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraik keuntungan baersama dengan perinsip saling membutuhkan dan membersarkan.

Kata Yosep, untuk meningkatkan pemasaran produk pelaku UMK, perlu dilakukan kemitraan dengan pelaku usaha menengah dan besar.

“ Kemitraan juga merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan antara UMKM dan pengusaha besar sehingga akan dicapai bukan hanya pertumbuhan tetapi juga pemerataan,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.