Vokalis Jamrud Gagal Manggung di Pilkada Pandeglang 2020

  • Whatsapp
Pilkada Pandeglang 2020
Bapaslon Perseorangan Krisyanto-Hendra Pranova,tidak bisa melanjutkan tahapan pencalonan pada Pilkada Pandeglang 2020.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Vokalis Band Rock Jamrud, Krisyanto gagal manggung pada pentas Pilkada Pandeglang yang rencananya dihelat pada Desember 2020 mendatang. Berkas dukungannya sebagai Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dari jalur perseorangan bersama Hendra Pranova, dinyatakan KPU tidak memenuhi syarat alias TMS.

Selain Kriyanto-Hendra Pranova, Bapaslon jalur perseorangan Mulyadhi-A Subhan juga harus tumbang sebelum bertarung pada kontestasi Pilkada Pandeglang 2020. Berkas dukungan Bapaslon tersebut juga dinyatakan KPU tidak memenuhi syarat minimal.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Bapaslon Mulyadi-A Subhan sudah menyatakan sikap untuk tidak melanjutkan tahapan perbaikan dokumen dukungan usai KPU menggelar rapat pleno hasil verifikasi data dukungan Bapaslon jalur perseorangan beberapa waktu lalu.

Sementara untuk Bapaslon Krisyanto-Hendra Pranova, berkas dukungan hasil perbaikan ditolak KPU Pandeglang, lantaran dinilai tidak memenuhi syarat minimal. Dengan begitu, pasangan Vokalis Band Rock Jamrud itu, gugur dalam tahap verifikasi faktual berkas dukungan.

BACA JUGA: Satu Bapaslon Jalur Perseorangan Mundur dari Pilkada Pandeglang 2020

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Pandeglang, Ahmadi mengatakan, berkas dukungan hasil perbaikan Bapaslon Krisyanto-Hendra yang diserahkan ke KPU, tidak bisa masuk tahapan verifikasi administrasi (Vermin) dan dukungan kegandaan.

Bapaslon Krisyanto-Hendra, kata Ahmadi, menyerahkan dokumen dukungan perbaikan pada Senin (27/7/2020). Kemudian KPU melakukan pengecekan dan penghitungan jumlah dan sebaran dukungan hasil perbaikan tersebut.

“Berdasarkan hasil penghitungan, dokumen dukungan perbaikan Bapaslon Krisyanto-Hendra Pranova dinyatakan TMS,” ungkap Ahmadi, Rabu (29/7/2020).

Berdasarkan penghitungan, Bapaslon perseorangan Krisyanto-Hendra menyerahkan dokumen perbaikan seperti yang terinput dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon) sebanyak 69.548 dukungan. Berdasarkan penghitungan, yang memenuhi syarat (MS) sebanyak 57.995 dukungan dan yang TMS sebanyak 11.553 dukungan.

“Data dukungan yang MS itu kurang dari 66.170 dukungan sebagai batas ambang minimal dua kali kekurangan sebanyak 33.085. Sehingga Bapaslon Krisyanto-Hendra tidak bisa melanjutkan tahapan vermin dan dukungan kegandaan,” ujarnya.

Sementara, kata Ahmadi, data yang TMS sebanyak 11.553 terdiri dari B.1. KWK atau daftar setiap pendukung yang tidak ada e-KTP dan dilampirkan Suket dari Disdukcapil Pandeglang sebanyak 20 dukungan, B.1. KWK yang tidak ada tandatangan atau cap jempol pendukung sebanyak 366 dukungan.

“Dan B.1. KWK tidak ada tetapi terdaftar dalam B.1.1.KWK atau daftar dukungan setiap desa/kelurahan, dan sebaliknya termasuk yang tidak ada tanda tangan Bapaslon dan bermaterai sebanyak 11.167 dukungan,” katanya.

BACA JUGA: Dikawal Ratusan Pendukung, Vokalis Jamrud Antar 73.400 KTP Dukungan ke KPU Pandeglang

Terpisah, Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Suja’i memastikan, Pilkada Pandeglang tidak akan diikuti Bapaslon perseorangan. Karena kedua Bapaslon perseorangan tidak ada yang mendapatkan tiket untuk daftar bersama Bapaslon usungan partai politik (Parpol) pada 4-6 Sepetember 2020 mendatang.

Sujai menyebut, ada dua Bapaslon perseorangan yang menyerahkan syarat dukungan yakni Bapaslon Mulyadhi-A. Subhan (Mulus). Namun Bapaslon itu mengundurkan diri pada Selasa (21/7/2020) dan tidak melanjutkan pada tahapan penyerahan dukungan perbaikan.

“Sementara untuk Bapaslon Krisyanto-Hendra Pranova saat penyerahan dukungan perbaikan tidak memenuhi batas ambang minimal. Maka kami pastikan tidak ada Paslon dari jalur perseorangan pada Pilkada Pandeglang,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.