Vaksinasi COVID-19 Belum Capai Target 2 Juta Dosis Sehari

oleh -
Vaksinasi COVID-19 Belum Capai Target 2 Juta Dosis Sehari kemenkes pemerintah
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi kepada wartawan Rabu (25/8/2021) menyebut, PPKM) di seluruh daerah, menjadi salah satu alasan belum tercapainya target 2 juta dosis vaksin dalam sehari.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Pemerintah terus berusaha mencapai target vaksinasi 2 juta dosis dalam sehari. Saat ini, capaian vaksinasi masih pada kisaran 1,2 juta hingga 1,4 juta dosis suntikan per hari.

Demikian disampaikan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi seperti dikutip dari siberindo.co, Rabu (25/8/2021). Nadia mengakui target 2 juta dosis suntikan per hari belum terealisasi.

Masih ada kebijakan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh daerah, menurut dia, menjadi salah satu alasan belum tercapainya target 2 juta dosis vaksin dalam sehari.

Menurutnya, dengan sejumlah pembatasan, sehingga tidak bisa melakukan mobilitas secara optimal untuk sasaran vaksinasi. Namun, dengan ada penurunan kasus COVID-19, Kemenkes terus membuka layanan vaksinasi, terutama khususnya untuk puskesmas.

“Selama ini puskesmas lebih fokus pada penanganan kasus COVID-19 untuk testing dan tracing. Jadi pasti kami optimalkan keterlibatan puskesmas dalam vaksinasi,” jelasnya.

BACA JUGA: Presiden Joko Widodo Tinjau Vaksinasi COVID-19 Bagi Pelajar di Samarinda

Selain itu, lanjut Nadia, Kemenkes juga membuka sentra vaksinasi di rumah sakit dan tenaga kesehatan (Nakes) menjadi relawan yang selama ini menangani pasien COVID-19 akan diterjunkan menjadi vaksinator.

“Relawan diterjunkan ke lapangan bertahap, mulai September dengan melihat situasi pandemi,” imbuhnya.

Kendati demikian, Nadia menegaskan, dengan segala upaya ini untuk mencapai target pelaksanaan vaksinasi tuntas pada April 2022. “Desember 2021 ini baru 90% yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan April 2022 harus tuntas,” jelasnya.

Selanjutnya, Nadia juga menjelaskan, saat ini vaksin COVID-19 yang diterima Indonesia cukup banyak, tetapi setiap kedatangan vaksin jadi maupun vaksin setengah jadi memerlukan proses. Dalam hal ini, ketika kedatangan vaksin jadi tentu ada proses pemeriksaan kualitas dari vaksin yang diterima dan membutuhkan waktu beberapa hari.

Sedangkan untuk memproduksi vaksin dari setengah jadi, Bio Farma membutuhkan waktu 3 sampai 4 minggu. Dengan begitu, vaksin yang diterima pada Agustus ini, sebanyak 50% akan digunakan pada September 2021 nanti.(Siberindo/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.