Vaksin Jadi Syarat PTM Bagi Pelajar di Kabupaten Tangerang

oleh -
Vaksin Jadi Syarat PTM Bagi Pelajar Kabupaten Tangerang, pembelajaran tatap muka, dinas pendidikan,
Sebanyak 182 pelajar menjalani vaksinasi COVID-19 di SMPN 2 Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (4/8/2021).

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten menargetkan bisa menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah pada awal Januari 2022 mendatang.

Untuk itu, Pemkab Tangerang tengah gencar menggelar program vaksinasi COVID-19 bagi kalangan pelajar usia 12 tahun ke atas. Sampai 4 Agustus 2021, pelajar SMP/MTS, SMA/SMK/MA sederajat yang telah mendapat vaksin COVID-19 jumlahnya mencapai 10.469 siswa.

“Pelaksanaan vaksinasi bertujuan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19, sekaligus melindungi pelajar dari dampak pandemi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Syaifullah saat meninjau vaksinasi dosis bagi pelajar di SMPN 2 Solear, Rabu (4/8/2021).

Sebanyak 182 pelajar di sekolah itu menjalani vaksinasi COVID-19. Siswa siswi nampak antusiasme menjalani vaksinasi. Mereka datang sejak pagi untuk mendapatkan giliran divaksin. Ada yang datang didampingi orangtuanya, tidak sedikit juga yang datang sendiri.

BACA JUGA: Pemkab Tangerang Kejar Target PTM Awal Januari 2022

Syaifullah mengatakan, vaksinasi bagi pelajar usia 12 ke atas karena menjadi salah satu persyaratan untuk melaksanakan PTM sesuai Peraturan Mendikbud dan Peraturan Bupati yang menyebutkan PTM bisa digelar jika pelajar yang divaksin telah mencapai minimal 80%.

Pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar yang digelar sejak Senin (2/8/2021) sampai Rabu (4/8/2021) di 6 sekolah, sudah memvaksin sejumlah 1.202 siswa.

“Semoga pandemi segera berakhir, dan pelajar bisa kembali ke sekolah,” imbuhnya.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Cikuya, Kecamatan Solear, dr Taufik menjelaskan, dalam sehari Puskesmas Cikuya memberikan vaksin kepada sebanyak 100-150 siswa. Puskesmas juga telah menyediakan 200 dosis vaksin sebagai cadangan.

“Vaksinasi akan terus kami lakukan, sampai seluruh siswa, khususnya di Kecamatan Solear mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Sementara itu, Ridwan Maulana Setiawan (13), salah satu siswa SMPN 2 Solear mengaku tidak fokus dalam menerima pembelajaran dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara daring atau online.

Kendala utama saat PJJ, kata dia, terjadi pada jaringan internet. Karena itu, dia berharap secepatnya bisa belajar tatap muka di sekolah.

“Kalau belajar di rumah banyak gangguan. Terlalu enjoy juga, jadi enggak fokus belajar,” ungkap siswa kelas 8C itu.(Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.