Utusan Komnas HAM Temukan Puluhan Tempat Usaha di Balik Pagar Pasar Cisoka Tutup

oleh -
Utusan Komnas HAM Temukan Puluhan Tempat Usaha di Balik Pagar Pasar Cisoka Tutup
Utusan Komnas HAM mendapati puluhan tempat usaha milik warga yang terdampak pemagaran sebagian besar tutup alias mati suri.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Utusan Komnas HAM RI saat mendatangi Pasar Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten,  mendapati puluhan tempat usaha milik warga yang berada di balik pagar pasar tradisional tersebut dalam kondisi tutup. Kalaupun ada yang buka, namun kondisinya sepi pembeli alias mati suri.

Warga pemilik tempat usaha terdampak pemagaran  menyebut ada pemalsuan tanda tangan persetujuan saat sebelum dilakukan pemagaran terhadap jalan akses keluar Pasar Cisoka.

Indar, pemilik tempat usaha terdampak pemagaran Pasar Cisoka menceritakan, sebelumnya ada aparatur Kecamatan Cisoka yang berkeliling meminta tanda tangan persetujuan warga pemilik tempat usaha atas rencana pemagaran tersebut.

Namun, kata Indar, kala itu tidak ada satupun warga pemilik tempat usaha di sepanjang jalan akses keluar pasar itu menandatanganinya.

“Waktu itu warga nggak ada yang mau tanda tangan, kami menolak di pagar,” ungkap Indar kepada wartawan di rumah sekaligus tempat usahanya yang kini terhalang pagar Pasar Cisoka, Jumat (1/4/2022).

BACA JUGA: Komnas HAM Datangi Warga Terdampak Pagar Pasar Cisoka

Kala itu, lanjut Indar, warga setuju rencana penertiban para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di area jalan akses keluar Pasar Cisoka tersebut.

“Kalau PKL ditertibkan kami setuju, karena itu memang mengganggu dan menutup usaha kami juga,” kenangnya.

Menurut Indar, warga mempertanyakan pernyataan Dirut Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) saat itu, Syaefunnur Maszah, yang menyebut pemagaran kanan kiri jalan akses keluar Pasar Cisoka atas persetujuan para pedagang.

Atas dasar itu, kata Indar, Perumda Pasar NKR kemudian membangun pagar dengan spesifikasi tinggi 160 centimeter dan menggunakan panel serta teralis BRC.

“Itu warga pedagang pasar mana yang tanda tangan setuju, justru belum ada kesepakatan dan kami menolak, kalau ada tanda tangan, itu bukan kami, ada indikasi pemalsuan tanda tangan warga,” paparnya.

BACA JUGA: Komnas HAM Minta Bupati Tangerang Klarifikasi Pagar Pasar Cisoka

Akibat pemagaran itu, puluhan tempat usaha milik warga terpaksa harus gukung tikar, meski ada yang beraktivitas, namun omzet penjualan mereka merosot hingga 90 persen.

“Penjualan kami turun drastis hingga 90 persen, dulu jual aneka minuman bisa untung 1 juta (rupiah), sekarang 100 ribu (rupiah) udah untung,” ujar pemilik tempat usaha terdampak pemagaran lainnya, Periat Handoko.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi tempat usaha milik warga yang saat ini tidak berfungsi akibat dampak pemagaran.

Pantauan di lokasi, puluhan tempat usaha milik warga yang terdampak pemagaran sebagian besar tutup alias mati suri. Warga berharap kedatangan Komnas HAM membuahkan solusi bagi tempat usaha yang mati suri akibat terdampak pemagaran Pasar Cisoka.(Burhan/Difa)