Ustadz Yusuf Mansur Digugat Rp285 Juta di PN Tangerang Karena Diduga Melakukan Wanprestasi

oleh -
Suasana sidang perkara perdata dengan tergugat Ustadz Yusuf Mansur di PN Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 12 orang menggugat Ustadz Yusuf Mansur dan Jody Broto  beserta PT Inext Arsindo dalam perkara perdata dugaan ingkar janji, atau wanprestasi dana investasi uang patungan usaha hotel dan apartemen haji sebesar Rp285,36 Juta, ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, 

Pada sidang perdana yang digelar di ruang sidang 3, Kamis ((6/1/2022) dengan agenda pemanggilan tergugat dan penggugat, tergugat Ustad Yusuf Mansur selaku Direktur dan Jody Broto, Komisaris PT Inext Arsindo tidak hadir dalam persidangan dan hanya diwakili oleh Penasehat Hukumnya, Ariel Mochtar.

Dalam persidangan tersebut Ketua Majelis Hakim, Fathul Mujid dan dua hakim anggotanya Arif Budi Cahyono serta Mahmuriadin, memutuskan kepada pihak penggugat untuk memperbaiki alamat salah satu tergugat yang tidak sesuai, sehingga sidang ditunda pada pekan mendatang.

Sementara itu Penasehat Hukum Ustadz Yusuf Mansur, Ariel Mochtar menjelaskan persidangan kali ini ada tiga tergugat, yang pertama adalah PT Inext Arsindo, yang kedua Ustadz Yusuf Mansur selaku Direktur dan tergugat tiga Jody Broto selaku Komisaris PT Inext Arsindo.

BACA JUGA: Kepala Panitera PN Tangerang Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Surat

“Pada sidang kali ini Majelis Hakim  meminta pihak penggugat menyempurnakan gugatannya. Sehingga sidang ditunda hingga minggu depan,” kata dia.

Namun demikian, kata Ariel, pada sidang yang akan datang, kemungkinan besar majelis hakim akan mengarahkan ke mediasi, sehingga prosesnya masih panjang.

Ariel juga mengatakan Ustadz Yusuf Mansur tidak hadir di persidangan tersebut karena sudah diwakilkan kepada pengacara.  “Ustaz Yusuf Mansur menguasakan kepada saya selaku pengacaranya, jadi pada prinsipnya tergugat tidak perlu hadir jika sudah menguasakan ke pengacara,” kata dia.

Sementara itu Kuasa Hukum Penggugat, Ichwan Tony mengatakan, pihaknya menggugat Ustadz Yusuf Mansur dan dua tergugat lainnya secara perdata, karena berdasarkan kajian  yang dilakukan, mereka  melanggar  KUHPer Pasal 1365 Wanprestasi.

Berdasarkan situs sistem informasi penelusuran perkara (SIPP), kasus perdata yang melibatkan Ustad Yusuf Mansur terdaftar dengan nomor perkara 1340/Pdt.G/2021/PN.Tng. penggugat meminta tergugat dihukum dengan membayar kerugian materiil sebesar Rp174 Juta ke Ustad Yusuf Mansur, dan bagi hasil yang dijanjikan sebesar Rp111,36 juta, sehingga total nilainya mencapai Rp285,36 juta.

Ichwan menambahkan pihaknya juga menuntut para tergugat untuk membayar kerugian immateriil sebesar Rp500 Juta. “Selama ini  kita makan pikiran, waktu, tenaga dan biaya-biaya lain. Contohnya kaya bu Lili (salah satu penggugat) datang kesini nggak direspon, ada yang dateng perwakilan jalan nggak direspon. Terus kita beracara (gugat) ini kan biaya. Itu yang kita minta,” pungkasnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.