Usai Rawat Pasien Pertama Covid-19, 28 Perawat RSKM Kota Cilegon Jalani Isolasi Mandiri

  • Whatsapp
Perawat RSKM Kota Cilegon
Direktur RSKM Kota Cilegon, Rahmat Setiarsa memberi keterangan pers terkait 28 pegawainya yang harus menjalani isolasi mandiri.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Sebanyak 28 perawat Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon yang menangani pasien pertama terkonfirmasi positif corona virus disease atau Covid-19 di Kota Cilegon, kini harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

“Untuk petugas, baik medis maupun petugas kebersihan dan asisten perawat itu sebanyak 28 orang yang kami harus menjalani isolasi, semuanya telah kami lakukan rapid test,” kata Direktur RSKM Kota Cilegon, Rahmat Setiarsa kepada wartawan, Kamis (30/4/2020).

Bacaan Lainnya

Selain monitoring, pihaknya juga akan melakukan melakukan rapid test ulang kepada mereka yang menjalani isolasi pada hari ke 10 atau 14. “Bila selama monitoring terdapat gejala, akan kami lakukan PCR (polymerase chain reaction),” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat jujur kepada tim medis jika terjangkit Covid-19. Pasalnya, kata dia, pasien yang terkonfirmasi Positif Covid-19, sebelumnya tidak mengakui terserang corona. Kejujuran masyarakat, kata dia, juga sangat membantu dalam penanganan covid-19.

“Kadang pasien tidak terima ketika diagnosa menyatakan sebagai ODP atau PDP (orang dalam pengawasan dan pasien dalam pengawasan (PDP). Seharusnya bisa diterima bersama bahwa wabah ini sedang melanda semua,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, dr Arriadna mengatakan, sejak awal pihaknya sudah meminta RT/RW untuk memantau semua orang yang datang dan keluar masuk di lingkungannya.

BACA JUGA:

. Area Rumah Pasien Pertama Positif Covid-19 di Kota Cilegon Disemprot Disinfektan

. 1 Positif, Orang Tanpa Gejala Covid-19 Bertambah di Kota Cilegon

. Dampak Covid-19, Warga Miskin di Kota Cilegon Diprediksi Bertambah

Kepedulian masyarakat itu yang sebenarnya diharapkan bisa dilakukan sebagai garda terdepan pencegahan covid-19. Warga bisa menaati anjuran pemerintah untuk stay at home, jaga jarak dan pakai masker jika terpaksa keluar rumah.

“Problem di lapangan, kadang-kadang yang ditegur marah atau tidak mau melakukan observasi mandiri. Kami harap semua pihak membantu memberikan edukasi agar masyarakat sadar akan bahaya covid-19 dan mau mengikuti anjuran pemerintah,” katanya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.