Upaya Penipuan Dengan Mencatut Nama Sekda Terjadi di Lebak, Honorer Diminta Uang Rp7 Juta Untuk Jadi PNS

  • Whatsapp
Sekda pemkab lebak
Sekda Pemkab Lebak, Dede Jaelani.

KABUPATEN  LEBAK,  REDAKSI24.COM –  Upaya penipuan dengan mengatasnamakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Dede Jaelani terjadi di beberapa sekolah di Kabupaten Lebak.

Salah satunya di SMKN 1 Rangkasbitung. Salah seorang guru honorer di sekolah tersebut di telpon oleh orang tak dikenal (OTK) yang mengaku Sekda menawarkan pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dengan cara membayar atau  menyediakan dana Rp7 juta

Bacaan Lainnya

Bahkan di dalam telepon itu, pelaku meminta  kepala guru honorer tersebut  untuk mendata tenaga honorer yang bekerja di ruang lingkup sekolahnya. Terutama bagi mereka yang sudah mengabdikan diri selama 10 tahun dan berusia 35 tahun keatas. 

“Khusus untuk wilayah Kabupaten Lebak mendapatkan jatah pengangkatan  P3K sebanyak 70 orang,  namun saat ini hanya tersisa 9 orang. Untuk lebih lanjut saya WhatsApp kan alamat email yang dituju, selanjutnya bapak kirimkan data tenaga honorer yang berusia 35 tahun ke atas,  dan sudah mengabdi selama 10 tahun. Tapi karena ini pengangkatan P3K, jadi ada administrasinya yang telah ditentukan,  per kepala  Rp7 juta.  Bagi yang mau saja, ” kata OTK tersebut di dalam percakapannya melalui telepon kepada salah seorang guru honorer.

BACA JUGA: 8 Orang Korban Penipuan Ketenaga Kerjaan Lapor Ke Mapolsek Rangkasbitung

Hal itu dibenarkan oleh Kepala SMKN 1 Rangkasbitung, Falati. Bahkan katanya, salah satu stafnya yang ditelpon tersebut diminta untuk menghubungi Sekda “Saya  tak percaya begitu saja. Jangan-jangan ini penipuan, apalagi SMA/SMK kan di bawah kewenangan Provinsi. Setelah saya cocokan nomor telepon tersebut, ternyata berbeda dengan nomor pak Sekda ,” kata Falati.

Mendengar informasi tersebut, Sekda Kabupaten Lebak, Dede Jaelani menepis soal telpon yang berasal dari dirinya. Bahkan ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya tenaga honorer mewaspadai penipuan berkedok pengangkatan PNS atau P3K dengan meminta imbalan sejumlah uang. 

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai bila ada orang yang mengaku-ngaku utusan saya yang  bisa memasukan seseorang menjadi ASN atau tenaga P3K,” kata Dede Jaelani.  

Dede mengaku mulai mengetahui adanya penipuan yang mengatasnamakan dirinya setelah mendapat laporan dari salah satu tenaga honorer yang dihubungi Sekda gadungan tersebut. 

Bahkan setelah ditelusuri, katanya, terdapat dua sekolah di Kabupaten Lebak yang ditawarkan oleh oknum itu untuk diangkat menjadi PNS atau P3K, salah satunya adalah SMK Cibadak.

BACA JUGA: Ikuti Rakor Dengan KPK, Sekda Lebak Minta Hasil Swab Test Dipercepat

“Beruntung saat perbincangan lewat telepon itu direkam. Sehingga diketahui pasti bahwa itu bukan suara saya,” kata dia sembari meminta kepaďa ASN yang lain agar berhati-hati bila ada orang yang mengaku utusan dari Sekda untuk meminta sejumlah uang agar mendapat jabatan. 

Pasalnya, kata dia, pengangkatan  ASN ataupun P3K di ruang lingkup Pemkab Lebak tidak memakai  uang. Karena pengangkatan itu hanya bertolak ukur kepada prestasi dan kinerja dari staf itu sendiri.

Begitu juga dengan mutasi, semuanya berdasarkan kebutuhan dan prestasi. “Insya Allah, selama saya menjabat sebagai Sekda ukurannya adalah kinerja dan prestasi. Tidak ada uang dalam mutasi maupun rotasi yang harus dikeluarkan untuk menjadi pejabat di Lebak,” tandas Dede. (Yusuf/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.