Untuk Menimbulkan Efek Jera Pada Masyarakat, Pemprov Banten Godok Perda Protokes Covid-19

  • Whatsapp
Gubernur banten
Gubernur Banten, Wahidin Halim.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Jumlah kasus positif Covid-19 di Banten meningkat. Hal itu terjadi lantaran sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat kurang efektif.

Akibatnya, para anggota satuan gugus tugas dan aparat penegak protokol kesehatan Covid-19 menjadi kewalahan hingga sakit. Hal itu dikatakan oleh  Gubernur Banten Wahidin Halim di Balai Pemkot Tangsel, Kamis (1/9/2020).

Bacaan Lainnya

Karenanya, kata dia dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 harus tegas dan menimbulkan efek jera. Salah satunya dengan cara melahirkan Perda yang dapat menjatuhkan sanksi kepada para pelanggarnya.

” Ya untuk membuat efek  jera kepada masyarakat yang tidak disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19, kami tengah menggodok peraturan daerah yang dapat menjatuhkan sanksi kepada para pelanggarnya,” kata dia.

BACA JUGA: Reses, Anggota DPRD Banten Diminta Perketat Protokes

Perda tersebut, imbuh WH, sudah sampai ke DPRD untuk dibahas lebih lanjut, Diharapkan dengan adanya Perda yang menyiapkan sanksi itu nantinya dapat menyadarkan masyarakat agar disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan dengan adanya norma dan penegakan hukum itu, nantinya dapat membangun kesadaran masyarakat,” kata dia.

Berdasarkan data dari website infocorona.bantenprov.go.id jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Banten saat ini mencapai 5,563 kasus. Dari jumlah tersebut 1.135 diantaranya berasal dari  Kota Tangsel.

BACA JUGA: Tangani Covid-19, Gubernur Pangkas Belanja Hibah Provinsi Banten

Sementara itu Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, jika ada Perda terkait penindakan pelanggar protokes Covid-19 dan PSBB, tentu pihaknya dapat melakukan tindakan tegas.

“Alhamdulillah nanti Pak Gubernur akan membuat Perda, itu akan menjadi payung hukum untuk pengadilan negeri melakukan  sidang cepat bagi pelanggar protokes Covid-19 dan PSBB,” ungkapnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.