Uniba Tepis Mahasiswanya yang Tewas Tergantung Depresi Gara-Gara Skripsi

  • Whatsapp
gantung diri
Ilustrasi - Mahasiswa ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di rumah kosong.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Civitas akademi Universitas Bina Bangsa (Uniba) Kota Serang Banten, menyebut mahasiswanya yang ditemukan tewas tergantung bukan lantaran depresi saat mengerjakan skripsi.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Uniba Kota Serang, Budi Ilham Maliki kepada Redaksi24.com,  Kamis (28/5/2020) memebnarkan, mahasiswa yang ditemukan tewas tergantung di sebuah rumah kosong merupakan mahasiswanya bernama Levintar Nababan Jurusan Manajemen Semester 8.

Bacaan Lainnya

Budi menyatakan, yang bersangkutan belum mendaftar pengajuan penyusunan skripsi. Bahkan, kata dia, status perkuliahannya baru mendaftar Kartu Rencana Studi (KRS). Dengan begitu, kata dia, secara administrasi status Levintar belum validasi sebagai mahasiswa yang masuk pada kelas aktif kuliah.

Jadi karena statusnya belum masuk pada mahasiswa aktif kuliah, sambung Budi, mahasiswa tersebut belum menyelesaikan pengajuan bimbingan skripsi. Karena itu, Budi mengaku heran dengan pemberitaan yang menyebutkan mahasiswanya itu depresi gara-gara menyusun skripsi.

“Almarhum belum masuk pada proses bimbingan skripsi. Pembimbing saja belum dapat, artinya pengajuan judul saja belum dilakukan. Jadi aneh jika dikatakan depresi gara-gara skripsi,” katanya.

Terkait hasil visum, Budi mengaku sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut, baik dari kepolisian maupun keluarga almarhum. “Kami menunggu pihak kepolisian yang menyampaikan,” jelasnya seraya menyampaikan Civitas Akademika Uniba turut berduka cita atas meninggalnya Levintar Nababan.

Sementara itu, Rektor Uniba Furtasan Ali Yusuf melalui Humas Uniba, Andi Hasryningsih Asfar menyampaikan, seharusnya yang bersangkutan sedang mengerjakan skripsi. Namun berdasarkan data dari Jurusan Manajemen, mahasiswa atas nama Levintar Nababan belum mendaftar dan mengajukan judul untuk bimbingan skripsi.

“Karena itu kami keberatan jika Levintar Nababan disebut meninggal karena tertekan saat menyusun skripsi, karena yang bersangkutan belum mengajukan skripsi,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.