Ulama dan Umaro Pandeglang Doa Bersama Untuk Keamanan Daerah

oleh -
Ulama Pandeglang
Ulama dan Umaro Kabupaten Pandeglang, Banten menggelar doa bersama untuk keamanan daerah.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pascatragedi penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Wiranto  di Alun-alun Menes beberapa hari lalu, Pemkab bersama Ulama serta masyarakat, Pandeglang, Banten menggelar doa bersama untuk keamanan dan ketertiban di Kota Santri tersebut.

Kegiatan Istighosah dan doa bersama yang dipimpin langsung Abuya Muhtadi Cidahu itu, digelar di Aula Gedung Pendopo Pandeglang, Senin (14/10/2019). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pandeglang, Irna Narulita, mengajak kepada para Ulama dan Forkopimda serta masyarakat untuk rapatkan barisan, agar generasi muda tidak terpapar oleh ajaran radikal yang akan menghancurkan bangsa.

“Kita duduk bersama untuk berbagi memberikan edukasi bersosialisasi wawasan kebangsaan. Dengan diawali doa, tahlil dan sebagainya kita meminta kepada Allah untuk keamanan Indonesia, Banten, khususnya Pandeglang,” ungkap Irna.

BACA JUGA:

. Berkunjung ke Pandeglang, Menko Polhukam Wiranto Ditusuk

. Siswa SMA Malnu Pandeglang Dilatih Bijak Gunakan Medsos

. Pasca Ambruk 5 Bulan Lalu, SDN Citerep 5 Pandeglang Belum Direhab

Irna juga menekankan kepada seluruh masyarakat dari tingkat RT/RW agar lebih peka dalam menerima pendatang atau tamu dari luar daerah. Hal itu dilakukan, supaya warga dari luar datang dan akan menetap di Pandeglang, baik selamanya ataupun sementara, harus didata dengan jelas.

“Tolong kepada ketua RT dan RW untuk lebih aktif dalam mendata penduduk terutama mereka para pendatang. Catat dan laporkan secara rutin ke kelurahan, jangan sampai ada pendatang tapi tidak jelas asal-usulnya,” tegas Irna.

Di tempat yang sama, Kapores Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono mengatakan, masyarakat tidak usah takut terhadap aksi-aksi teroris yang mengancam bangsa dan Negara ini. Tapi harus dilawan, sampaikan kepada aparat jika ada orang yang menetap di suatu tempat yang mencurigakan.

“Kita harus lawan aksi-aksi yang merusak, memecah belah bangsa ini, kekerasan yang dilakukan itu sangat tidak baik. Dalam ajaran Islam tidak pernah diajarkan yang namanya kekerasan, berkata kasarpun tidak boleh. Untuk itu jangan takut, kita lawan bersama,” ujar Kapolres. (Samsul Fathoni/Difa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.