Ujung Kulon sampai Pangandaran Bisa Menjadi Destinasi Pariwisata Baru

  • Whatsapp
destinasi wisata
Direktur Pengembangan Destinasi Regional 1 Kemenparekraf, Oni Yulfian.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang melakukan kajian pengembangan Destinasi Pengembangan Pariwisata (DPP) di wilayah Banten dan Jawa Barat. Kajian itu meliputi Ujung Kulon-Halimun (TNGHS)-Bandung-Pangandaran.

“Ini merupakan tindak lanjut yang dilakukan Kemenpar Ekraf terhadap direkomendasikan delapan Destinasi Pariwisata Pengembangan atau kami menyebutnya DPP baru,” kata Direktur Pengembangan Destinasi Regional 1 Kemenparekraf, Oni Yulfian pada Focus Grup Discusion (FGD) penyusunan road map pengembangan DPP baru Ujung Kulon-Halimun (TNGHS) -Bandung-Pangandaran, di Kota Serang.

Bacaan Lainnya

Oni mengatakan, dari delapan destinasi itu empat diantaranya berada di wilayah Jawa dan Sumatera yang di wilayah Direktorat Regional I Pengembangan Destinasi, salah satu dari empat destinasi itu adalah Ujung Kulon-Halimun-Bandung-Pangandaran.

“Ini sebenarnya adalah terbaru dari DPP yang lama yang sama-sama masuk dalam RPJMN 2020-2024 yaitu Bandung-Halimun-Ciletuh. Perubahan ini terjadi sekitar satu atau dua bulan yang lalu setelah ada pertemuan trilateral yakni Bappenas, Kemendagri, Kementerian Keuangan dan Pariwisata,” kata Oni.

BACA JUGA: Siaga La Nina, BPBD Banten Bangun Posko Siaga Bencana di Selatan Lebak

Sehingga, Kemenpar menindaklanjuti dengan melakukan FGD untuk mengetahui apa saja yang ada di wilayah tersebut dalam bentuk profiling atau pemetaan.

“Kami analisis apa sebenarnya yang menjadi penting di situ atau isu strategisnya apa. Tujuannya adalah bagaimana destinasi pariwisata yang ada di Ujung Kulon sampai Pangandaran ini cepat pengembangannya,” katanya.

Sehingga, kata dia, dibutuhkan sinkronisasi saling keterpaduan, saling mendukung dan paling penting adanya prioritas dalam pengembangannya.

“Kami bekerjasama dengan pusat pengembangan pariwisata UGM untuk melakukan telaah atau kajian itu sehingga nanti keluar profil, analisisnya dan rekomendasi untuk prioritas pengembangannya,” kata Oni.

Menurutnya, output yang diharapkan dari kajian tersebut yakni adanya indikasi program, prioritas pengembangan destinasi serta àlokasi mana untuk memulai pengembangannya dari koridor yang begitu panjang tersebut.

“Kami melihat kelemahannya saat ini di infrastruktur dan SDM masyarakat serta kekurangan tenaga terampil di bidang pariwisata,” kata Oni.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Agus Setiawan menyambut baik langkah yang dilakukan Kementerian Pariwisata tersebut, karena akan memberikan dampak besar untuk pengembangan pariwisata di Banten, yang akan berdampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Banten.

“Sekarang kan sudah ada jalan tol Serang-Panimbang. Siapa tahu dengan adanya pengembangan pariwisata ini nanti bisa mendorong infrastruktur jalan termasuk tol nyambung sampai Pangandaran,” kata Agus Setiawan.

Dalam FGD tersebut sebagai pembicara Chafid Pandeli dari pusat kajian pariwisata UGM, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), PHRI dan Asita Banten.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.