Uji Coba PTM Tingkat SMA di Kota Tangerang Diklaim Berjalan Lancar

oleh -
Aktivitas uji coba PTM di salah satu sekolah di Kota Tangerang, Banten.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Banten, memastikan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMA sederajat di Kota Tangerang, berjalan lancar. 

Terhitung sejak, Senin (6/9/2021) sampai Rabu (8/9/2021) kemarin, Disdik Provinsi Banten, belum menerima laporan perihal adanya temuan ataupun indikasi pelajar dan guru yang terinfeksi COVID-19.

“Sampai dengan hari ketiga memasuki hari keempat, PTM berjalan lancar,” ungkap Kepala Disdik Provinsi Banten, Tabrani, ketika dihubungi wartawan, Kamis (9/9/2021).

Tabrani mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di seluruh Provinsi Banten, termasuk di Kota Tangerang. Hal itu dilakukannya agar pelaksanaan uji coba PTM berjalan lancar. 

BACA JUGA: Uji Coba Hari Pertama PTM di Kota Tangerang, Siswa Tidak Boleh Naik Angkutan Umum

“Sampai dengan hari keempat belum ada laporan dari Cabang Dinas atau sekolah, adanya kasus apa enggak (infeksi COVID-19 pada pelajar dan guru),” katanya.

Menurut Tabrani, uji coba PTM akan memasuki hari terakhir pada Jumat (10/9/2021) besok, dan pihaknya akan menggelar evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM). “Lalu vaksinasi terus dilakukan bagi sekolah-sekolah yang belum divaksin, terhadap sekolah-sekolah swasta juga terus diberikan vaksinasi oleh berbagai pihak,” katanya.

BACA JUGA: Kampus di Kota Tangerang Mulai Uji Coba PTM 1 September 2021

Pelaksanaan uji coba PTM mendapatkan perhatian penuh dari Pengamat Pendidikan Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Kota Tangerang, Eny Suhaeni. Menurut Eny, pemerintah harus dapat menjamin pelajar dan guru terhindar dari paparan virus COVID-19.

“Apabila di situ ada yang terpapar secara otomatis harus dihentikan, dan negara harus menyiapkan jika misalnya, terjadi begini (kasus COVID-19) dan harus membuat peraturan yang ketat,” katanya saat dihubungi Redaksi24.com.

Eny mengungkapkan, skema deteksi atau screening virus COVID-19 harus ada di setiap sekolah-sekolah yang menjalankan PTM, untuk mengetahui pelajar dan guru yang terinfeksi atau terindikasi virus COVID-19. Tujuannya adalah untuk menghindari penyebaran virus itu meluas.

“Bagaimana mereka ketahuan apakah ada yang terpapar atau tidak, kan kita tidak melihat walaupun itu sudah divaksin. Ini kan bicaranya terkait dengan dunia kesehatan, berarti harus disiapkan fasilitas kesehatannya,” ungkap dia.

“Misalnya ada engga dokter di situ yang bisa memberikan apabila situasi yang genting,” imbuhnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.