Twitter Blokir Akun Presiden AS Donald Trump secara Permanen

  • Whatsapp
twitter, donald trump, blokir akun, medsos, amerika serikat, capitol,
Akun Twitter Donald Trump sudah tidak bisa lagi diakses.

WASHINGTON, REDAKSI24.COM – Platform media sosial Twitter menangguhkan akun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara permanen. Pemblokiran dilakukan twitter dengan mempertimbangkan risiko hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan.

“Setelah meninjau secara cermat Tweet baru-baru ini dari akun @realDonaldTrump dan konteks di sekitarnya, kami telah secara permanen menangguhkan akun tersebut karena risiko hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan,” ujar Twitter dalam cuitan yang diunggah Sabtu (9/1/2021).

Bacaan Lainnya

Pada Rabu (6/1/2021), Twitter memblokir sementara akun Trump, yang memiliki lebih dari 88 juta pengikut, menyusul aksi massa pengunjuk rasa pro-Trump di Gedung Capitol, dan memperingatkan pelanggaran tambahan akun Trump akan mengakibatkan penangguhan permanen.

“Dalam konteks peristiwa pekan ini, kami menjelaskan pada hari Rabu pelanggaran tambahan terhadap Peraturan Twitter berpotensi mengakibatkan tindakan ini,” jelas Twitter dalam blog resminya.

BACA JUGA: Twitter Bisa Tangguhkan Akun Pengguna yang Berharap Kematian Trump

Twitter mencatat, pada 8 Januari, Trump mengunggah cuitan “75.000.000 Patriot Amerika yang hebat yang memilih saya, AMERICA FIRST, dan MAKE AMERICA GREAT AGAIN, akan memiliki GIANT VOICE di masa depan. Mereka tidak akan dihormati atau diperlakukan tidak adil dengan cara, bentuk, atau bentuk apa pun!!!”

Tak lama kemudian, Trump mencuit, “Kepada semua yang bertanya, saya tidak akan menghadiri pelantikan pada 20 Januari.”

Terkait dua cuitan tersebut, Twitter mengambil langkah tegas dengan mempertimbangkan ketegangan yang sedang berlangsung di Amerika Serikat, dan peningkatan percakapan global terkait peristiwa penyerbuan Capitol AS pada 6 Januari 2021.

Menurut Twitter, kedua cuitan itu harus dibaca dalam konteks peristiwa yang lebih luas di negara tersebut, mempertimbangkan pernyataan Presiden dapat dimobilisasi audiens yang berbeda, termasuk untuk menghasut kekerasan.

Tidak hanya itu, Twitter juga mengamati konteks pola perilaku dari akun Trump dalam beberapa pekan terakhir.

“Setelah menilai bahasa dalam Tweet ini terhadap kebijakan memuliakan kekerasan, Glorification of Violence, kami telah menetapkan Tweet ini melanggar Kebijakan Kekerasan dan pengguna @realDonaldTrump harus segera ditangguhkan secara permanen dari layanan,” ujar Twitter.

Sementara itu, perusahaan media sosial Facebook juga mengambil langkah menangguhkan akun Trump hingga setidaknya akhir masa jabatan presidennya, pada hari pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden pada 20 Januari nanti.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.