Tuntut Kenaikan UMK 2022, Ribuan Buruh Datangi Kantor Bupati Tangerang

oleh -
Tuntut Kenaikan UMK 2022, Ribuan Buruh Datangi Kantor Bupati Tangerang
Mereka menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Tangerang tahun 2022.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Tangerang Raya (Alttar) menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Bupati Tangerang, kawasan Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Banten, Kamis (28/10/2021). Mereka menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Tangerang tahun 2022.

Sukadi, buruh PT Mutiara Hexagon yang ikut berunjukrasa dalam orasinya meminta para pemegang kebijakan di Kabupaten Tangerang untuk peduli ikut memperjuangkan kesejahteraan buruh.

“Kami sudah melaksanakan kewajiban, diantaranya membayar pajak untuk pembangunan di Kabupaten Tangerang dan Banten. Selama dua tahun ini, kami mengalami degradasi kesejahteraan,” kata Sukadi dalam orasinya di atas mobil komando.

Kaum buruh, kata dia, semakin terjepit dengan adanya Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 serta peraturan pemerintah (PP) Nomor 36 tahun 2021. Menurutnya tahun 2021 pemerintah hanya menaikkan 2,6 persen UMK, sementara upah sektoral dihapuskan.

BACA JUGA: Ustadz Abdul Somad Apresiasi Sanitren di Kabupaten Tangerang

“Tahun 2022 pemerintah malah nggak mau menaikkan UMK karena acuannya UMP dengan dasar PP Nomor 36 Tahun 2021,” jelasnya.

Korwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Provinsi Banten, Sis Joko Wasono mengatakan, ribuan buruh dari 10 aliansi serikat pekerja yang tergabung dalam Alltar menuntut kenaikan UMK Tangerang sebesar 13.5 persen.

“Dengan kenaikan UMK sebesar itu kebutuhan hidup layak bagi kaum buruh bisa terpenuhi,” ungkap Sis Joko Wasono usai pertemuan dengan perwakilan Pemkab Tangerang.

Menurutnya, dengan UU Nomor 11 tahun 2020 atau Omnibus Law Cipta Kerja ditambah dengan PP 36 tahun 2021, upah untuk tenaga kerja sangat jauh dari kebutuhan hidup layak.

Sedangkan, Asda 2 Kabupaten Tangerang Yusuf Herawan mengatakan, pihaknya sudah menerima aspirasi buruh dan akan dibahas dengan dewan pengupahan.

“Secepatnya akan kami sampaikan hasilnya, semuanya sudah ada mekanismenya, ikuti saja alurnya,” kata Yusuf Herawan.

Diketahui, buruh meminta kenaikan UMK sebesar 13,5 persen atau Rp571.050 sehingga UMK 2022 menjadi Rp4,801,050 dari sebelumnya tahun 2021 sebesar Rp4.230.000. Sedangkan tuntutan kenaikan UMP tahun 2022 sebesar 8.95 persen.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.