Tuntut Dana Kerohiman, Warga Teluk Pandeglang Hadang Alat Berat Proyek Normalisasi Muara Cipunten Agung

  • Whatsapp
normalisasi muara
Alat berat sudah siap digunakan untuk proyek normalisasi Muara Cipunten Agung, Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Proyek normalisasi Muara Cipunten Agung di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten yang dilakukan Balai Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BWSC3) Banten, dikeluhkan warga setempat, lantaran kompensasi yang dijanjikan pihak pelaksana proyek hingga kini belum ada kejelasan.

Menurut informasi yang dihimpun Redaksi24.com ratusan warga Desa Teluk, sempat melakukan penghadangan terhadap alat berat yang hendak dimasukan ke lokasi priyek. Aksi warga tersebut untuk menuntut kepastian kompensasi yang dijanjikan pihak pelaksana saat sosialisasi.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi Kamis (29/10/2020) sore, alat berat proyek normalisasi Muara Cipunten Agung yang hendak dimasukan ke lokasi muara, terlihat masih ada di tengah jalan menuju muara tersebut. Banyak anak-anak yang bermain dan menaiki alat berat tersebut.

Hingga saat ini, nama perusahaan yang melaksanakan proyek normalisasi Muara Cipunten Agung itu belum diketahui. Namun informasi yang dihimpun, proyek itu merupakan program dari BWSC3 Banten, dengan besaran anggaran sebesar Rp14,6 miliar.

BACA JUGA: Pasca Dilanda Tsunami 2018, Muara Cipunten Agung Pandeglang Mulai Dinormalisasi

Seorang warga sekitar, Dadi Supriadi mengatakan, aksi penghadangan terhadap alat berat karena warga menuntut kejelasan dari pihak pelaksana mengenai kompensasi bagi warga yang terkena dampak proyek itu.

“Pada saat sosialisasi dulu, warga yang terkena dampak aktivitas proyek akan diberikan kompensasi. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan, makanya tadi pagi warga menghadang alat berat ke lokasi proyek,” ungkapnya, Kamis (29/10/2020).

Dikatakannya, dampak dari proyek tersebut ada puluhan Kepala Keluarga (KK) yang bakal terkena dampak langsung. Baik itu permukiman maupun pelaku usaha yang ada di sekitar Teluk. Saat sosialisasi, kata dia, warga sudah siap untuk dipindahlan ke Hunian Sementara (Huntara), dan dijanjikan ada kompensasi dari pihak pelaksana.

“Dari data, ada sebanyak 28 KK termasuk pemilik warung yang bakal dipindahkan ke Huntara. Dana kompensasi yang akan diberikan sebesar Rp 1 juta per rumah, dan bagi pemilik warung sebesar Rp500 ribu. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” ujarnya.

BACA JUGA: Prihatin Kondisi Wisata Carita, Pemuda Sukajadi Pandeglang Bentuk Kelompok Konservasi

Diakuinya, memang keberadaan rumah warga yang ada di dekat dengan pesisir pantai yang menjadi lokasi proyek tersebut, bukan di tanah hak milik pribadi warga itu sendiri, melainkan tanah timbul dan warga juga sudah siap untuk direlokasi ke Huntara.

Namun, kata Dadi, untuk perpindahan itu warga butuh biaya, dan hal itu sudah dikomunikasikan dengan pihak pelaksana kegiatan, akan ada kompensasi bagi warga terdampak proyek.”Kompensasi baru sebatas lisan, pada faktanya belum jelas. Maka dari itu kami berharap pihak pelaksana bisa segera menyelesaikan hal itu,” harapnya.

Pada prinsifnya, lanjut Dadi, warga bukan menolak normalisasi Muara Cipunten Agung, bahkan warga sangat mengharapkan. Namun pihak pelaksana harus memikirkan warga yang terkena dampak dari proyek tersebut, jangan sampai program pemerintah menimbulkan kerugian bagi warga.

“Pada dasarnya kami sangat mendukung ada proyek normalisasi muara itu. Tapi kami ingin warga yang terkena dampaknya segera diperhatikan, supaya kegiatan bisa berjalan lancar,” tuturnya.

Saat ditanya nama perusahaan apa yang melaksanakan proyek tersebut. Dadi mengaku tidak hafal, karena meski plang proyeknya sudah ada tapi belum dipasang. “Saya tidak hafal nama perusahaanya. Tapi kalau anggarannya sebesar Rp 14,6 miliar,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Teluk, Kecamatan Labuan, Endin Fahrudin membenarkan, adanya tuntutan warganya terkait dana kerohiman proyek normalisasi Muara Cipunten Agung. Dia juga berharap, kepada pihak pelaksana agar segera menyelesaikan persoalan itu, supaya pelaksanaan normalisasi bisa berjalan lancar dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. “Saya menyarankan pihak pelaksana agar permasalahan yang terjadi di lapangan bisa segera diselesaikan dengan baik, supaya semuanya bisa berjalan lancar,” saran Kades.

Hingga berita ini diturunkan, dari pihak pelaksana proyek normalisasi Muara Cipunten Agung belum ada yang bisa dimintai keterangannya terkait keluhan dari warga Teluk tersebut. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.