Tunggakan BPJS Kesehatan ke RSUD Berkah Pandeglang Capai Rp12 Miliar

  • Whatsapp
bpjs kesehatan
BPJS Kesehatan menunggak pembayaran klaim ke RSUD PAndeglang sebesar Rp12 Miliar.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Tunggakan klaim BPJS ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang mencapai Rp 12 miliar. Tunggakan klaim tersebut terhitung sejak bulan Juni hingga Agustus 2019.

Kepala BPJS Cabang Pandeglang, Mira Marliana mengatakan, lambatnya pembayaran klaim karena masih menunggu  pengiriman dari pusat. Namun pihaknya mengaku, proses pembayaran klaim ke RSUD Berkah Pandeglang sudah menjadi prioritas.

Bacaan Lainnya

“Jadi untuk klaim yang masuk sampai bulan ini dari RSUD Berkah itu sudah sampai bulan Agustus. Dari kami sudah melakukan verifikasi dan sudah diajukan ke bagian keuangan, tapi menunggu untuk proses pembayaran dari bagian keuangan,” ungkapnya, Selasa (29/10/2019).

BACA JUGA:

. Berobat Pakai KTP di Banten Belum Bisa Direalisasikan

. Dewan Akan Evaluasi Program Jamsosratu

. Pemprov Banten Evaluasi 21 Rumah Sakit

Kata dia, supaya tidak menghambat, BPJS  memastikan biaya klaim di RSUD Berkah Pandeglang, bisa menggunakan dana talangan dari sejumlah bank yang telah ditunjuk. Hal tersebut diperbolehkan, karena sudah ada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendgari) yang mengatur perihal peminjaman dana ke bank untuk menanggulangi keterlambatan pembayaran klaim dari BPJS.

“Ada 27 bank yang siap ditunjuk untuk mengeluarkan dana talangan melalui program Supply Chain Financing (SCF). Program pembiayaan yang dilakukan bank ini khusus diberikan kepada Faskes (fasilitas kesehatan) mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Dodi Setiawan berjanji akan segera memanggil pihak RSUD dan BPJS Kesehatan untuk duduk bareng mencari solusi agar pelayanan kesehatan masyarakat tidak terhambat akibat adanya tunggakan klaim BPJS Kesehatan yang mencapai Rp12 miliar.

“Kami mohon pihak terkait untuk segera mengatasi permasalahan ini,” katanya seraya menyesalkan terjadinya tunggakan tersebut. Sebab menurutnya, tunggakan itu bakal berdampak butuk pada pelayanan kesehatan  masyarakat. “Harus segera diatasi,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.