Tugu Pamulang Viral, Ini Kata pengamat Mulai dari Korsupgah KPK yang Dinilai Pencitraan Hingga PUPR Pemprov Banten Cari Alasan

oleh -
Tugu Pamulang, angsel, Korsupgah KPK, PUPR Pemprov Banten,

TANGERANG,REDAKSI24.COM–Pengamat Kebijakan Publik Adib Miftahul menyesalkan terjadinya saling melempar tanggungjawab antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkait pembangunan Tugu Pamulang yang viral di media sosial beberapa waktu terakhir ini. Menurut Adib hal tersebut menunjukkan seolah-olah memang Pemerintah Provinsi Banten dengan pemerintah kabupaten dan kota paling tidak bisa bersinergi dengan baik.  

“PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Provinsi Banten yang menyebutkan dari 2018 hanya membuat tugu seperti itu tetapi tidak kunjung selesai ini menunjukkan Ada apa gerangan di belakang itu?” tanya Adib, Senin, (11/4/2021). 

Bahkan Adib menilai penjelasan Kepala Dinas PUPR Pemprov Banten, M Tranggono kepada media terkait pembangunan Tugu Pamulang yang tak kunjung selesai tersebut hanya mencari-cari alasan dengan menyalahkan keberadaan COVID-19. Padahal pembangunannya sudah dianggarkan sejak tahun 2018. Dan 2019 juga kabarnya diguyur anggaran lagi.   

“Jangan sampai bahwa COVID yang baru ada tahun 2020 itu menjadi kambing hitam karena dijadikan alasan bagi pejabat yang memang tidak becus membuat sebuah perencanaan pembangunan dan tak bisa melakukan eksekusi yang sudah direncanakan,” tegas pria yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional ini. 

“Saya kira sangat beralasan bahwa Kepala DPUPR Provinsi Banten ini hanya mencari-cari alasan apalagi kalau dilihat misalnya ada COVID  juga Pemprov Banten malah mendapat pinjaman lebih dari Rp4 triliun,” sambung Adib. 

BACA JUGA: Pengamat Kebijakan Publik : Pemprov Banten kena Jebakan Batman 

Hal yang kedua menurut Adib, dengan terjadinya kasus ini menunjukkan bahwa bersinergi dengan Korsupgah dari KPK dengan kegiataan koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah) hanya sekadar lips service belaka. Karena ternyata masih banyak pembangunan mangkrak, yang salah dalam perencanaan dan diduga ada permainan anggaran, ternyata tanpa ada pengawasan yang ketat dalam proses-proses yang dikerjakan oleh Provinsi Banten. 

“Jadi kalau saya lihat bahwa pencegahan pencegahan yang katanya bergandengan dengan KPK hanya pencitraan saja,” ujar Adib. 

“Itu juga yang membuktikan jelas pencegahan KPK mandul,” pungkas Adib. 

BACA JUGA: Aktivis Lingkungan Dorong Pemprov Banten Serius Urus Situ

Sebelumnya melalui Kepala Dinas PUPR Pemprov Banten, M Tranggono menjelaskan Pemprov mengurungkan rencanakan perbaikan Tugu Pamulang 2020, akibat adanya pandemi COVID-19.

Menurut Tranggono, penyebaran COVID-19 benar-benar berdampak luas terhadap sendi kehidupan. Salah satunya berdampak terhadap pembangunan, termasuk di Provinsi Banten.

Pemerintah Prov Banten dan juga Pemerintah Kabupaten/Kota yang sudah merencanakan pembangunan, termasuk pembangunan fisik terpaksa  harus menunda pelaksanaan sebagian pembangunan karena anggaran difokuskan untuk penanganan dan pencegahan COVID-19.  

“Begitupun pembangunan Tugu Pamulang juga terkena dampak pandemi COVID-19. Betapa tidak, Pemprov Banten yang sudah menganggarkan perbaikan tugu pada Tahun Anggaran 2020 terpaksa harus ditunda karena terkena refocusing anggaran,” papar Tranggono.

Ia menceritakan, semula atau pada tahun 2017, PUPR  merencanakan pembangunan Tugu Pamulang dengan desain seperti yang sudah dibangun sekarang ini. Adapun pembangunan dilaksanakan pada tahun 2018. 

“Perencanaan dilakukan tahun 2017 oleh PUPR dan dilaksanakan pada tahun 2018 oleh PUPR. Desain yang ada adalah sesuai dengan yang telah dilaksanakan sekarang,” ujar Tranggono. 

Namun, setelah pembangunan tugu selesai, Pemkot Tangerang Selatan meminta untuk diubah sesuai dengan desain yang telah diviralkan.  

BACA JUGA: Ternyata Dugaan Ini Penyebab Kantor KONI Tangsel Digeledah Kejaksaan 

Atas usulan tersebut, kata Tranggono, pihaknya pada tahun 2019 melakukan pembahasan bersama terkait desain tugu. Pembahasan tersebut melibatkan pihak Dinas PUPR Kota Tangsel dan PUPR Provinsi Banten. 

“Setelah terdapat kesepakatan terhadap desain  Tugu Pamulang maka Pemprov Banten melalui PUPR Banten menganggarkan renovasi Tugu Pamulang pada Tahun 2020,” katanya. 

Namun, kata Tranggono, rencana perbaikan tugu akhirnya tertunda, sehubungan dengan pandemi COVID-19 yang berdampak terhadap anggaran. Anggaran perbaikan tugu yang sudah direncanakan secara matang akhirnya terkena refocusing. 

“Bukan hanya Tugu Pamulang yang terkena refocusing, tapi juga banyak kegiatan lainnya yang mengalami hal yang sama,” tuturnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.