TRUTH Desak Kejari Tangerang Publikasikan Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi di LKM AKR

oleh -
TRUTH Desak Kejari Tangerang Publikasikan Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi di LKM AKR
Wakil Koordinator TRUTH, Jupri Nugroho/Ist.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM– Wakil Koordinator Lembaga Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) Jupri Nugroho mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang mempublikasikan terus perkembangan penanganan kasus dugaan penyelewengan dana stimulan COVID-19 senilai 2,7 Milyar di Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Arta Kerta Raharja (AKR). Laporan perkembangan penanganan kasus tersebut penting tidak hanya kepada lembanganya sebagai pelapor tetapi juga bagi masyarakat termasuk nasabah LKM AKR yang seharusnya mendapatkan dana subsidi bunga dari pemerintah tapi tidak mendapatkannya.   

Hal itu dilontarkan Wakil Koordinator TRUTH, Jupri Nugroho usai menanggapi pernyataan Kepala Kejari Kabupaten Tangerang yang menyebut bahwa pihaknya tengah melakukan pengumpulan data terkait kasus tersebut. 

BACA JUGA: Terkait Dugaan Korupsi Dana Stimulan COVID-19 di PT. LKM AKR Senilai 2,7 Milyar, Kejari Tangerang: Kami Masih Proses Pengumpulan Data Lapangan   

Jupri menyatakan, pernyataan yang dilontarkan oleh Kepala Kejari yang menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pengumpulan data terkait kasus tersebut jangan sampai hanya bagian dari lips service agar terlihat merespon apa yang menjadi kegelisahan masyarakat.

BACA JUGA: Bupati Tangerang Sebut Sudah Ada Beberapa Indikasi Dugaan Korupsi di LKM Artha Kerta Raharja

“Pihak Kejari harus mempublikasikan terkait perkembangan Penanganan kasus dugaan korupsi tersebut, jangan sampai pernyataan Kepala Kejari Kabupaten Tangerang bagian dari lips service,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (8/4/2022). 

BACA JUGA:  Bongkar 71 Nasabah Fiktif, Mantan Petinggi LKM AKR Kuatkan Dugaan Penyelewengan Dana Stimulan COVID-19

Dirinya mengatakan, jika benar Kejari Kabupaten Tangerang tengah melakukan pengumpulan data tersebut, maka hal itu tentu memberikan secercah harapan bagi masyarakat yang menjadi korban. Oleh sebab itu, dirinya menunggu langkah konkrit yang dilakukan Kejari Kabupaten Tangerang untuk menyelesaikan masalah tersebut. 

Kemudian, pria yang juga merupakan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini membeberkan, jika Kejari Kabupaten Tangerang tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut. Maka dirinya tidak akan segan-segan melakukan usaha lebih jauh dengan melaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Banten, bahkan sampai ke Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

“Dugaan korupsi pun tidak main-main 2,7 Milyar, tentu ini harus juga mendapat perhatian serius dari pihak Kejari Kabupaten Tangerang. Terlebih dana yang diduga diselewengkan ini merupakan program bantuan bantuan sosial dari pemerintah bagi masyarakat yang terdampak COVID-19. Kami memandang tidak ada upaya lain, selain menjalankan menjerat seluruh yang terlibat dan ikut menikmati hasil dugaan korupsi tersebut dengan hukuman yang yang setimpal,” pungkasnya.(Hendra)

No More Posts Available.

No more pages to load.