Truk Pengangkut Beton Diduga Merusak Pipa Air Perumdam TKR

oleh -
Truk Pengangkut Beton Diduga Merusak Pipa Air Perumdam TKR kabupaten tangerang proyek jalan
Distribusi air bersih Perumdam TKR ke pelanggan di kawasan itu tersendat. Jaringan internet pun ikut terganggu. Kerusakan infrastruktur tersebut diduga akibat dampak dari lalu lalangnya truk pengangkut beton cair.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Proyek peningkatan jalan di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, rupanya membawa dampak  kerusakan pada sejumlah infrastruktur di kawasan itu.

Utamanya, distribusi air bersih Perumdam TKR ke pelanggan di kawasan itu tersendat. Jaringan internet pun ikut terganggu. Kerusakan infrastruktur tersebut diduga akibat dampak dari lalu lalangnya truk pengangkut beton cair.

Pipa saluran air bersih milik Perumdam TKR pada jaringan yang masuk kawasan Perumahan taman Kirana Surya RW 12 Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten bocor. Imbasnya, kapasitas suplai air bersih di kawasan itu menjadi berkurang.

Kerusakan pipa air bersih itu diduga akibat dampak lalu lalangnya truk molen muatan beton yang mengangkut 7 meter kubik beton untuk proyek jalan di kawasan itu.

BACA JUGA: Pipa Bocor, Suplai Air Perumdam TKR Kabupaten Tangerang Tersendat

Rudi Hartono, warga sekitar lokasi mengatakan, di kawasan itu terdapat proyek peningkatan jalan yang kerap dilalui truk pengangkut beton.

“Mungkin pipa PDAM bocor akibat dilindas mobil molen pengangkut beton. Debit air yang ke rumah warga terganggu,” ungkap Rudi Hartono saat dijumpai di lokasi, Selasa (21/9/2021) dini hari  pukul 03.00 WIB.

Selain itu, lanjut Rudi Hartono, akibat mobilisasi kendaraan bermuatan beton cair itu sejumlah ruas jalan dan gorong-gorong juga ikut menjadi sasaran kerusakan.

“Jalan yang baru saja dipaving blok dan gorong-gorong juga ikut rusak, saya sebagai warga meminta kepada pihak pelaksana untuk bertanggungjawab dengan memperbaiki kerusakan jalan di lingkungan kami,” ujar Rudi.

Sementara itu, warga lainnya Sianipar mengeluhkan adanya kabel jaringan Wifi miliknya yang putus akibat sabetan mobil molen tersebut.

“Ada beberapa kabel jaringan Wifi yang putus juga akibat nyangkut dan tertarik mobil molen itu, diantaranya kabel jaringan Wifi yang ke rumah saya,” ujar Sianipar.

Akibatnya, kata dia, gangguan layanan internet ke dalam rumahnya terputus, sehingga menghambat aktifitas anak-anaknya untuk pembelajaran secara online.

“Saya minta pemborong atau kontraktornya tanggung jawab untuk perbaikan hal itu, baik yang ke rumah saya maupun ke rumah warga lain yang terdampak,” keluhnya.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.