HMI Bilang Dishub Memble

  • Whatsapp
Petugas kepolisian diabantu petugas Damkar mengevakuasi truk tronton pengangkut tanah yang terguling menimpa daihatsu sigra di Jalan Imam Bonjol Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (1/08/2019)

REDAKSI24.COM – Kota Tangerang memiliki Peraturan Walikota Nomor 30 tahun 2012 tentang Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Angkutan Tanah, Pasir dan Batu.

Namun kenyataannya banyak truk tronton pengangkut material tambang itu, berseliweran di jalan jalan Kota Tangerang diluar waktu yang sudah ditentukan.

Bacaan Lainnya

Tidak jarang akibat pelanggaran tersebut truk bermuatan pasir, batu dan tanah menimbulkan kecelakaan yang sampai memakan korban nyawa para pengguna jalan raya lainnya.

Seperti yang terjadi tadi pagi (1/08/2019), truk trornton pengangkut tanah terguling, menimpa sebuah minibus hingga menewaskan tiga orang di Jalan Imam Bonjol, Karawaci, Kota Tangerang.

Peristiwa mengenaskan itu menuai kecaman dari sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tangerang Raya. Ketua HMI Tangerang Raya, Anov menilai petugas Dishub Kota Tangerang harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Petugas Dishub, kata dia, terkesan tidak tegas dalam mengawal Perwal No 30 tahun 2012. Dishub Kota Tangerang, katanya lagi,  baru bertindak jika ada kritikan dari masyarakat, bahkan baru bertindak ketika terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa.

“Jika tidak terjadi kecelakaan, petugas Dishub lalai menjalankan tugasnya. HMI Tangerang Raya mengecam truk bermuatan besar lagi-lagi memakan korban jiwa, ini akibatkan pengawasan (dari Dishub) yang lemah,” ungkap Anov.

Untuk itu, HMI Tangerang Raya menuntut Dishub Kota Tangerang bekerja secara profesional dan proporsional. “Agar tidak ada lagi korban berjatuhan di jalan raya akibat truk batu, tanah atau pasir yang melanggar jam operasional,” tegasnya.

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari pejabat Dishub Kota Tangerang terkait kecelakaan yang mengenaskan tersebut. Sekretaris Dishub Kota Tangerang belum bisa dihubungi. Beberapa dihubungi melalui telepon selulernya, belum ada jawaban.(Agus/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.