Tren Kasus Covid-19 Diprediksi Meningkat di Sumatera, Penyeberangan Bakauheni-Merak Bakal Makin Diperketat

oleh -
Penyeberangan Bakauheni-Merak Bakal Makin Diperketat

JAKARTA,REDAKSI24.COM--Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo memerintahkan jajarannya untuk semakin memperketat lalu lintas manusia di penyeberangan Bakauheni-Merak. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi penyebaran COVID-19.

“Perketat lalu-lintas manusia di penyeberangan Bakauheni-Merak. Sekalipun sudah mengantongi surat swab, harus dicek lagi secara cermat dan seksama. Tidak ada pengecualian,” ujar Doni usai Shalat Idul Fitri di Graha BNPB Jakarta, Kamis, (13/5/2021).

Jenderal bintang tiga di TNI Angkatan Darat ini mengatakan, jika ada yang ketahuan positif COVID-19, ia meminta agar pemudik tersebut langsung dikarantina.

Instruksi Doni tersebut lantaran berdasarkan pantauan dan laporan tren yang dihimpun tim data Satgas COVID-19, terdapat sejumlah daerah di Sumatera yang berpotensi terjadi lonjakan kasus.

BACA JUGA: Gunakan 29 Kapal dari Pelabuhan Merak, Ribuan Pemudik Lolos Nyeberang ke Bakauheni Lampung

Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kemudian menghubungi anggota Satgas di berbagai daerah untuk tidak lengah, tidak mengendorkan pengawasan dan pengendalian pergerakan manusia.

Usai shalat, Doni tidak langsung ke rumah dan bertemu dengan keluarganya, melainkan kembali “tenggelam” dalam rapat koordinasi terbatas di lantai 10.

BACA JUGA: Satgas COVID-19 Sebut Hampir 9 Juta Penduduk Indonesia Telah Selesaikan Vaksinasi

Menurutnya, hari-hari ini merupakan hari-hari krusial, yang menjadi penentu naik-tidaknya grafik paparan COVID-19. Diprediksi, angka paparan naik usai Idul Fitri 1442 H.

Doni mengarahkan anggota Satgas COVID-19 di berbagai daerah, untuk tidak segan-segan menerapkan “lockdown” skala mikro. Ia kembali mencontohkan lockdown mikro yang dilakukan oleh seorang tokoh masyarakat bernama Ali, di Jambi.

BACA JUGA: Terkait Larangan Mudik Lebaran, Kapolda Banten Sidak Pelabuhan Merak

Arahan Doni, jika satu RT/RW ada lebih dari lima orang atau sejumlah rumah yang isinya terpapar COVID-19, segera lakukan “lockdown” di RT/RW. Semua pihak harus segera mengawasi, mendukung, dan memastikan “lockdown” berlangsung tertib dan baik, termasuk jaminan pasokan logistik.

“Kita memang harus terus cerewet. Sekali lagi, tidak masalah kita dianggap cerewet, karena tujuan kita adalah agar korban corona tidak berderet-deret,” tegas mantan Danjen Kopassus itu. (Devi/Ant/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.