Transportasi Umum Dibuka Lagi, Perusahaan Oto Bus di Lebak Tunggu Kemenhub

  • Whatsapp
bus AKAP
Terminal Mandala, Kabupaten Lebak, nampak lengang sejak diberlakukannya larangan mudik akibat dampak covid-19.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengeluarkan kebijakan pengoperasian kembali seluruh moda transportasi umum, yang direncanakan akan kembali beroperasi pertanggal 7 Mei 2020. Kebijakan tersebut disambut baik para Perusahaan Otobus (PO) di Kabupaten Lebak.

Namun, kebijakan tersebut tidak langsung disambut dengan mengoperasikan kembali angkutan bus di Kabupaten Lebak. Mereka masih menunggu terbitnya aturan teknis dari Kemenhub atas kebijakan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Belum, kami menunggu aturannya dulu dari Kemenhub, takutnya mobil kami operasionalkan tapi terminalnya belum buka, itu juga yang jadi masalah,” kata Manajemen PO Rudi Jaya Kusuma, Pipit Candra kepada Redaksi24.com, Kamis (7/5/2020).

Ia mengatakan, berdasarkan surat edaran yang diterima, kebijakan tersebut mengatur tentang kategori penumpang yang diperbolehkan menggunakan moda transportasi umum, misalnya penumpang dengan kondisional mendesak seperti anggota keluarga sakit atau meninggal. Penumpang itupun diharuskan untuk melengkapi berbagai persyaratan yang dinilai ribet.

“Jadi menurut saya percuma beroperasi, karena penumpang dengan keadaan mendesak tidak banyak seperti penumpang mudik. Sedangkan kami perusahaan otobus berharap dari penumpang yang mudik dan arus balik,” katanya.

Ia menuturkan, PO miliknya menyediakan 63 unit bus layanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan tujuan Bandung, Jakarta, dan Bogor, serta Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Pihaknya sudah menghentikan operasional layanan bus sejak Presiden memberlakukan larangan mudik tanggal 25 April 2020 lalu.

Ia mengaku, merasakan angin segar atas kebijakan pengembalian izin operasi moda transportasi umum yang dikeluarkan Menhub. Pasalnya melalui kebijakan tersebut, para sopir dan kondektur dari 63 bus PO Rudi yang sebelumnya telah dirumahkan bisa kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan.

“Sebenernya larangan mudik tidak akan menjadi masalah, yang menjadi masalah ketika para sopir dan kondektur tidak dapat lagi bekerja dan kehilangan mata pencahariannya. Kami minta Pemerintah untuk memerhatikan nasib para sopir, dan kondektur, bila perlu berikan bantuan stimulan. Kami tidak bisa membantu mereka setiap hari, karena memiliki keterbatasan,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Terminal Mandala Kabupaten Lebak, Muksin juga mengaku masih menunggu instruksi Kemenhub terkait pengoperasian kembali bus AKAP yang sebelumnya telah dihentikan.

“Berdasarkan informasi dari Kemenhub untuk saat ini seluruh terminal di wilayah Banten yang melayani AKAP belum bisa dibuka sampai waktu yang ditentukan lebih lanjut,” tandasnya.(YuSuf/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.