TPU Khusus Korban COVID-19 Kabupaten Tangerang Belum Punya PJU

oleh -
TPU khusus covid-19 pju kabupaten tangerang banten
Karena ketiadaan sarana PJU, pemakaman korban COVID-19 di TPU Buni Ayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten dilakukan hanya pada siang hari.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Lahan tempat pemakaman umum (TPU) khusus COVID-19 di Desa Buni Ayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten, sudah siap secara keseluruhan. Hanya saja, TPU khusus corona itu belum dilengkapi sarana penerangan jalan umum (PJU) serta fasilitas jalan setapak.

Demikian diakui Bupati Tangerang A Zaki Iskandar saat melakukan peninjauan ke lokasi TPU khusus COVID-19, Senin (28/6/2021). Zaki memastikan ketersediaan lahan mengingat angka kematian pasien COVID-19 sangat tinggi.

“Kalau untuk lahan semuanya siap, perlu tambahan fasilitas lain seperti PJU dan jalan setapak. Sudah kami diskusikan dengan kepala dinas untuk segera disiapkan,” tegas Zaki yang didampingi Kepala Dinas Perkim Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah dan Camat Sukamulya.

Selama ini, kata dia, karena ketiadaan sarana PJU, proses pemakaman jenazah korban COVID-19 di TPU Buni Ayu dilakukan hanya pada siang hari. Namun jika sudah dilengkapi PJU, pemakaman bisa dilakukan secepatnya, termasuk pada malam hari.

Orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas.

BACA JUGA: 70 Anak di Kabupaten Tangerang Terpapar COVID-19

Berdasarkan data yang masuk ke Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pemakaman, pasien Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Buni Ayu itu,  berasal dari sejumlah rumah sakit di Kabupaten Tangerang.

Sepanjang Maret 2020 sampai Juni 2021, jenazah yang dimakamkan dengan prosedur COVID-19 di TPU Buniayu jumlah seluruhnya mencapai 785 jenazah, yang meninggal dengan istilah medis pasien dalam pengawasan (PDP) atau probable.

“Untuk RSUD penuh semuanya termasuk ICU dan rumah singgah, untuk rumah singgah ada opsi penambahan dan itu ditujukan untuk warga yang masuk kategori OTG, dan sudah dipastikan positif COVID-19,” jelasnya.

Selain itu, Zaki meminta masyarakat yang sudah mendaftar program vaksinasi massal pada 29 Juni nanti untuk bersabar, karena keterbatasan jumlah vaksin untuk Kabupaten Tangerang.

“Kami sudah agendakan setelah tanggal 29 Juni akan ada vaksinasi reguler setiap minggu. Mudah-mudahan sekitar 3 juta penduduk Kabupaten Tangerang sampai Desember nanti sudah tervaksin,” tandasnya.(Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.