Tolak UU Ciptaker, SPSI Kota Tangsel Pilih Audiensi dengan Wali Kota Ketimbang Unjuk Rasa

oleh -
Spsi
Koordinator Forum Komunikasi SPSI Kota Tangsel, Mulyono.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Di tengah aksi ribuan buruh turun ke jalan menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Tangerang Selatan justru memilih audiensi bersama Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Selasa (6/10/2020).

Koordinator Forum Komunikasi SPSI Kota Tangsel Mulyono mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan soal keluhan disahkannya Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

“Kami para buruh merasa undang-undang itu sangat merugikan. Kami menyatakan keberatan dan memberikan petisi kepada wali kota untuk disampaikan ke pemerintah pusat,” katanya di depan Balai Pemkot Tangsel, Selasa (6/10/2020).

Pertemuan tersebut diikuti perwakilan 6 orang dari 30 orang buruh yang datang ke Pemkot Tangsel. Mulyono beralasan, pihaknya tidak ikut demo ke Jakarta lantaran fokus di masing-masing wilayah.

BACA JUGA: Pandemi Corona Hantam Sektor Industri, Ada Korban PHK Sampai Nekat Bunuh Diri

“Ke Jakartanya nanti tanggal 8. Instruksinya masih di wilayah masing-masing. Dan tanggal 7 di perusahaannya masing-masing,” tambahnya.

Pihaknya, lanjut Mulyono, bakal tetap mendesak pemerintah untuk membatalkan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh DPR RI, Senin (5/10/2020).

“Ya selama aksi ini tidak didengar juga oleh pemerintah ya jalan terakhir judicial review di Mahkamah Konstitusi. Karena proses pengesahan undang-undang ini kucing-kucingan,” pungkasnya.

Mulyono menuturkan, saat ini kondisi buruh di Kota Tangsel memprihatinkan lantaran sebagian perusahaan sudah ada yang stop produksi. “Sebagian memang stop produksi juga ya sebagian juga masih ada produksi karena kondisi seperti ini kerja juga enggak full. Tapi 50-50,” tutupnya. (wvyh/Aan)