Tolak PLTPB, Warga dan Mahasiswa Gelar Teaterikal di Puspemkab Serang

  • Whatsapp
Tolak PLTPB
Warga PAdarincang yang tergabung dalam Sapar serta mahasiswa SWOT menggelar aksi teaterikal menolak PLTPB di Puspemkab Serang, Rabu (11/3/2020). -Adi/Redaksi24.com-

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Syarikat Perjuangan Rakyat Padarincang (Sapar) dan Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (Swot) Cabang Serang, menggelar aksi teaterikal di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang untuk menolak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.

Koordinator aksi, Halabi mengatakan, sebelumnya aksi unjukrasa sudah sering dilakukan dalam menolak proyek tersebut, bahkan hingga longmarch ke Jakarta. Aksi kali ini, kata dia, dengan menggelar teaterikal yang menggambarkan kesengsaraan warga Padarincang bila proyek PLTPB benar-benar terealisasi.

Bacaan Lainnya

“Terhitung dari tahun 2017 hingga tahun 2020 proyek geothermal Padarincang membuat perpecahan antar warga. Ini momok menakutkan bagi anak muda,” katanya kepada wartawan usai melakukan aksi teaterikal di Puspemkab Serang, Rabu (11/3/2020).

Menurut Halabi proyek geothermal selain akan mengakibatkan bencana, juga akan menuai kesenjangan sosial di masyarakat. Contohnya, kata Halabi, sudah banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

“Di Sumatera Utara tepatnya di Kabupaten Tapanuli Utara, Wayang Windu, Bandung Jawa Barat, dan 28 lainnya di Indonesia. Di daerah-daerah proyek geothermal mendatangkan kesenjangan sosial, gempa minor, kekeringan, thermal polution, tanah amblas dan longsor,” ungkapnya.

BACA JUGA:

. Lagi, Warga Padarincang Serang Istighosah Tolak Proyek Geothermal

. Jatam Nilai Proyek PLTPB Padarincang Serang Hanya Untungkan Pengusaha

. Pemkab Serang Terbitkan Izin Pengelolaan B3 Proyek PLTPB Padarincang

Zamsani, yang juga peserta aksi teaterikal mengungkapkan, aksi tersebut menuntut Pemkab Serang, hususnya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang untuk tidak meluluskan izin pengelolaan limbah B3 PT Sintesa Banten Geothermal dalam proyek PLTPB.

“Kami juga menuntut pengembalian Gunung Prakasak (yang rencananya akan dijadikan tempat proyek PLTPB), sebagai hutan lindung dan daerah serapan air,” tegasnya.

Selain itu, sambung Zamsani, menuntut agar Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang dijadikan sebagai kawsan agraria. Kemudian warga menuntut diwujudkan amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 3 tentang sumber daya alam.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.