Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Lebak

  • Whatsapp
Mahasiswa demo
Mahasiswa demo DPRD Lebak tolak UU Ciptaker.

KABUPATEN LEBAK,  REDAKSI24.COM – Sejumlah mahasiswa  dari berbagai organisasi  Kemahasiswaan dan kepemudaan menggeruduk Gedung DPRD Lebak di Rangkasbitung, Kabupaten  Lebak, Banten, untuk melakukan aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pada  Kamis (8/9/2020),

Dalam aksinya, mahasiswa menolak keras Omnibus Law UU Cipta Kerja  karena dinilai sangat merugikan berbagai sektor diantaranya, sektor ketenagakerjaan (Buruh), Pertanian dan kelestarian ekologi yang terkandung di dalamnya.

Bacaan Lainnya

“Saat ini rakyat Indonesia tengah dihadapkan dengan situasi ekonomi dan siklus politik yang tidak menentu, serta kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah sangat tidak berpihak pada rakyat kecil, pelajar, mahasiswa, buruh, tani, nelayan, dan pedagang, ” ujar Korlap aksi, Alif Ibnu Sina.

Pasalnya, kata Alif, di tengah krisis yang melanda masyarakat pada masa pandemi Covid-19, pemerintah malah memanfaatkan keadaan dengan membahas serta mengetok palu rancangan undang-undang menjadi Omnibus Law UU cipta kerja.

BACA JUGA: Polisi Sekat Massa Yang Akan Demo Tolak UU Ciptaker ke DPR RI di Stasiun Rangkasbitung

Menurutnya, dalam rancangan Omnibus Law UU cipta kerja akan mempermudah pemodal  untuk menanam saham serta mengeruk kekayaan alam dan merusak lingkungan dan menjadi sebuah polemik kontradiktif bahkan menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah legislatif maupun eksekutif  sebagai wakil dari rakyat.

Untuk itu,  dirinya  menuntut DPRD kabupaten Lebak untuk secara tegas menolak Omnibus Law UU Cipta kerja. “Jelas sekali jika kita melihat dari beberapa pasal di dalam UU Omnibus Law bahwa keberpihakan mengarah pada haluan ekonomi Liberal kapitalistik tentu saja itu sangat tidak pancasilais,” pungkasnya. 

Sayangnya rencana  penyampaian aspirasi  dan tuntutan itU tidak mendapat tanggapan dari anggota DPRD. Mengingat para wakil rakyat tersebut sedang reses dan tidak ada ditempat, sehingga para mahasiswa langsung membubarkan diri. (Yusuf/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.