Tol Serang-Panimbang Seksi I Ditargetkan Selesai Akhir 2019

oleh -
Kepala Biro Infrastruktur Provinsi Banten, Nana Suryana.

SERANG, REDAKSI24.COM – Pembangunan proyek Tol Serang-Panimbang seksi I ditargetkan selesai di akhir tahun 2019. Ini sesuai yang ditargetkan Pemerintah Provinsi Banten. Hingga saat ini, progress pembangunan kontruksinya sudah lebih dari 90 persen.

Seksi I Proyek Tol Serang-Panimbang meliputi Kabupaten dan Kota Serang. Sedangkan untuk seksi II meliputi wilayah Kabupaten Lebak, yang pengerjaannya sudah mencapai sekitar 70 persen. Sedangkan untuk seksi III yang meliputi Kabupaten Pandeglang sudah mencapai 61 persen, dengan panjang keseluruhan mencapai 83 Kilometer.

“Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai untuk seksi I,” kata Kepala Biro Infrastruktur Provinsi Banten, Nana Suryana, Selasa (17/9/2019).

Nana mengatakan, proyek pembangunan tol ini sudah sangat ditunggu masyarakat Banten. Karena itu, kata dia, harus segera diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Untuk seksi II dan III, kata dia, sebagian masih dalam proses pembebasan lahan. Mengingat ada beberapa kepemilikan lahan yang harus melakukan jalur konsinyasi ke Pengadilan Negeri (PN).

“Karena kepemilikan lahan yang dilalui tol ini tidak semua dimiliki oleh perorangan, ada lahan kehutanan, negara, pemerintah sampai kas desa,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Lahannya Diserobot Proyek Tol Serang-Panimbang, Puluhan Warga Ngadu ke Dewan

. Proyek Tol Serang-Panimbang Distop Warga Lebak

Untuk total pembebasan lahan sendiri sampai saat ini sudah mencapai 77 persen. Selebihnya hanya tinggal pencairan dan musyawarah dengan masyarakat. Nana mengingatkan kepada masyarakat yang kurang puas terhadap harga yang ditetapkan pemerintah terhadap tanah mereka agar terlebih dahulu memusyawarahkan, meskipun hak masyarakat untuk mengadukan ke PN.

“Harga yang kami pakai itu sudah melalui audit penilaian badan independen yang berkompeten, yakni AJPP. Dan harganya juga sudah sesuai dengan pasaran,” katanya.

Selain itu, lanjut Nana, di seksi II dan III ini, ada lebih dari 15 titik lembaga pendidikan dan tempat ibadah yang harus dibangun terlebih dahulu sebagai bentuk kompensasinya, sehingga sedikit banyak dapat mengganggu proses pembangunan tol.

“Sebelum digusur, tentu harus kami sediakan terlebih dahulu tempat yang barunya. Tapi mudah-mudahan pembangunan tol selesai sesuai target,” tandasnya. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.