TKP Berikan Bantuan Bencana Longsor di Lebak 

  • Whatsapp
Tangerang Kita Peduli

LEBAK,REDAKSI24.COM – Tragedi longsor yang menerjang sebagian wilayah di Kabupaten Lebak setahun silam masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak. Pasalnya sampai saat ini masih ada warga bertahan hidup di Hunian Sementara (Huntara) dan mengandalkan bantuan donasi untuk bertahan hidup.

Seperti ratusan warga Desa Banjarsari, Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong. Untuk sementara, bagi mereka tidak ada pilihan lain, lantaran tragedi ini telah melumpuhkan berbagai sektor termasuk perekonomian hingga sosial mereka.

Bacaan Lainnya

Koordinator warga, Riman Wahyudi mengatakan mereka terkatung-katung lantaran penanganan dari pemerintah setempat minim. Sehingga, hal ini harus membuat mereka mandiri ditengah keterbatasan.

Diketahui, terdapat 12 desa dari 4 Kecamatan di Kabupaten Lebak selain Lebak Gedong yang terdampak longsor. Yakni Kecamatan tersebut yakni Cipanas, Sajira, dan Curugbitung.

“Pelan-pelan kita bertahan, gotong-royong. Kita buat pertanian untuk ketahanan pangan, itu (ketahanan pangan) tanpa bantuan pemerintah. Tidak mungkin kita mengandalkan donasi terus,” ujar Riman, Jumat, (1/1/2021) kemarin. 

Saking minimnya penanganan, kata Riman bahkan pasokan listrik saja mereka tidak dapatkan dari pemerintah Kabupaten Lebak. Listrik yang mereka gunakan saat ini tidak gratis.

“Pengungsi di Cileuksa saja gratis listriknya. Kalau kita enggak. Kita harus bayar. Bayangkan saja,” kata Riman yang juga relawan asal Jakarta ini.

Riman yang sudah setahun menjadi relawan bagi warga terdampak longsor di Lebak ini pun harus mengeluarkan koceknya sendiri untuk membantu warga. “Kalau dihitung-hitung mungkin saya sudah bisa beli 2 Pajero (Merk mobil),” imbuhnya.

Lokasi yang tempati warga Desa Banjarsari, Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong kata Riman masuk wilayah Kabupaten Bogor. Tepatnya Kecamatan Cileuksa. Menurut, Riman hal ini terjadi karena para warga tidak mendapat lahan untuk mengungsi di wilayahnya sendiri di Kabupaten Lebak.

“Belum lama ini kita ketemu sama DPRD Banten membicarakan hal ini (lahan). Katanya mereka mau diberikan lahan untuk mengungsi di wilayah Lebak. Itu janjinya,” katanya.

Sulit memang untuk menjangkau lokasi pengungsian tersebut. Apalagi bila terjadi hujan, akses jalan yang masih tanah merah menjadi sangat licin. Sehingga harus kendaraan khusus yang dapat mengaksesnya.

“Kian hari relawan semakin sedikit tidak seperti baru bencana. Jadi kita harus mandiri,” terangnya.

Kehadiran relawan kata Riman memang sangat mempengaruhi psikologi warga. Artinya, meski  bencana telah setahun berlalu artinya masih ada yang peduli dengan mereka.

Koordinator TKP (Tangerang Kita Peduli), Saipul Basri mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi masih kurangnya perhatian pemerintah setempat terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana. 

“Ya, kita dapat informasi dari komunitas motor bahwa masyarakat disini masih kesulitan air bersih dan tempat tinggal yang masih menggunakan plastik terpal, meski kondisinya sudah pas satu tahun,” katanya. 

“Alhamdulillah setelah dapat informasi, kita langsung bergerak dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mengumpulkan donasi dan alhamdulillah setelah donasi terkumpul kita langsung kesini, tepat satu tahun sudah pasca bencana dan mereka tinggal disini,” tambahnya.

Menurut Saipul, kondisi masyarakat sangat memprihatinkan lantaran kondisi rumah yang tidak layak untuk ditempati, “Sempat kondisi rumah-rumah terpal yang dibangun mereka pun akhirnya hancur kembali lantaran diterpa angin kencang (puting beliung-red), betul-betul prihatin,” jelasnya.

Saipul juga berharap, agar pemerintah setempat tidak abai dalam menangani masyarakatnya. “Saya harap, pemerintah Provinsi Banten dan khususnya Pemerintah Kabupaten Lebak bisa segera memprioritaskan bantuan untuk mereka, saat ini masyarakat hanya butuh air bersih dan tempat tinggal yang layak,” tandasnya.

Sementara, Ketua TKP Kota Tangerang, Mumu Rohimu berharap bantuan berupa beras, mie instan dan obat-obatan dapat bermanfaat untuk para pengungsi.

“Meski hanya sedikit. Namun, saya berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi mereka,” pungkas Mumu.(Agus/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.