Titik Keramaian Saat Diberlakukan Social Distancing di Kota Tangerang Masih Banyak Ditemui

  • Whatsapp
Keramaian disaat social distancing- istimewa.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Disaat pemerintah meliburkan sekolah dan melarang berbagai kegiatan yang menimbukan keramain, masih banyak masyarakat, khususnya anak-anak muda yang belum memahami, bahwa itu merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) yang kian merebak.

Seperti yang terjadi di beberapa titik di Kota Tangerang, diantaranya kawasan Green Lake City, depan Perumahan Puri 11, kecamatan Karang Tengah dan Jalan Pajajaran, sekitar pool bus AJA, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten.

Bacaan Lainnya

Hampir setiap sore hingga larut malam, muda-mudi berkumpul di wilayah teraebut, hanya untuk ngobrol dan bersenda gurau. Akibatnya warga sekita resah.

Menurut Adi, salah seorang warga, sejak pemerintah meliburkan sekolah karena merebaknya Covid-19, para pelajar tersebut bukannya memanfaatkan diri belajar di rumah. Tapi, justru “keluyuran” dan berkumpul dengan teman-temannya di ruang-ruang terbuka.

” Entah mereka itu anak mana, tiap sore hingga malam berkumpul hanya untuk ngobrol dan bersenda gurau, sambil meminum kopi dan merokok yang di beli dari pedang keliling,” kata dia.

Samahalnya ang terjadi di Jalan Pajajaran, sekitar pool bus AJA, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten. Semenjak pemerintah meliburkan sekolah, lokasi tersebut ramai didatangi anak-anak muda hanya untuk nongkrong.

Bahkan tidak jarang di lokasi tersebut, sering terjadi percekcokan dan perKelahian antara mereka. Akibatnya, warga sekitar resah lantaran imbauan mereka juga tidak didengar.

” Setiap sore hingga larut malam, banyak anak-anak muda yang nongkrong. Padahal mereka itu diliburkan sekolah dengan harapan agar belajar di rumah,” kata Tias warga sekitar.

BACA JUGA:

Ini Dia Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kabupaten Tangerang

Dinkes Kota Tangerang Gelar Simulasi Penanganan Virus Corona

Sayangnya, kata Adi dan Tias, di lokasi tersebut tidak pernah ada razia dari petugas kepoliskan mapun Satpol PP. ” Untuk sosialisasi saya pernah melihat Satpol PP keliling menggunakan mobil trantib sambil membawa toa. Tapi untuk meggusir atau merazia masyarakat yang sedang berkumpul di ruang-ruang terbuka belum pernah,” kata dia

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang, Kombes Sugeng Hariyanto berjanji akan menindak lanjuti persoalan tersebut. ” Informasi ini akan segera kami atensikan ke Polsek di wilayah itu,” kata dia.(Igbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.