Tipu Petani Bawang Merah, Lima Anggota Sindikat Penipuan Palawija Diringkus Polresta Tangerang

  • Whatsapp
Polresta Tangerang gelar kasus penipuan palawija.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Balaraja,  meringkus 5 dari 7 orang sindikat penipuan palawija. Mereka adalah TM, AG, SR, ID, dan SB, sedangkan dua orang lainnya ZK dan YN yang merupakan otak kejahatan berhasil melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam menjelaskan, kasus penipuan tersebut bermula saat korban atas nama Solihin yang berprofesi sebagai petani di Kabupaten Brebes, memposting komoditas hasil taninya berupa bawang merah di media sosial Facebook.

Bacaan Lainnya

“Postingan itu kemudian ditanggapi salah satu pelaku yang mengirim pesan berminat membeli bawang merah,” kata Ade saat konferensi pers di Mapolsek Balaraja, Jumat (11/12/2020).

Korban kemudian menanggapi pesan itu. Setelah berbalas pesan, disepakati harga bawang merah Rp22 ribu per kilogram. Pelaku, kata Ade, kemudian mentransfer uang muka sebesar Rp1 juta kepada korban.

“Karena sudah dapat uang muka, korban percaya saat diminta pelaku mengantar bawang merah sebanyak 1,4 ton ke Pasar Sentiong, Balaraja,” kata Ade..

BACA JUGA: Gelapkan puluhan Sepeda Motor, Satpam di Kota Tangerang Dibekuk Polsek Neglasari

Setelah bawang merah dari Brebes dibawa ke Pasar Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, para pelaku kemudian memindahkan bawang merah itu ke 2 unit mobil yang digunakan para pelaku.

Usai pemindahan barang, satu per satu para pelaku meninggalkan korban dengan alasan akan mengambil uang di ATM. Namun, setelah lama ditunggu, tak ada satupun pelaku yang kembali. Nomor ponsel para pelaku pun tidak aktif.

“Sadar telah menjadi korban penipuan, korban langsung membuat laporan ke Polsek Balaraja,” ujar Ade.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Berdasarkan jejak digital yang ditinggalkan, polisi berhasil meringkus para pelaku. Korban sendiri mengalami kerugian hingga sekitar Rp35 juta. Berdasarkan keterangan para pelaku, kejahatan itu sudah beberapa kali dilakukan ke petani kunyit, jahe, dan tanaman palawija lainnya.

BACA JUGA: Pelaku Penipuan Parsel Lebaran di Tigaraksa Dijebloskan ke Dalam Tahanan

“Salah satu pelaku adalah penadah yang membeli barang hasil kejahatan sebesar Rp14 ribu per kilogram,” terang Ade.

Ade menerangkan, kasus itu masih terus dikembangkan. Tersangka yang sudah jadi DPO akan terus dikejar. Sedangkan terhadap para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. 

Ade berpesan, agar masyarakat tidak mudah percaya dengan orang baru dikenal apalagi via media sosial. Ade meminta, masyarakat selektif dalam bertransaksi agar tidak menjadi korban kejahatan.

“Hati-hati dalam bertransaksi yang berawal dari medsos,” pungkasnya. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.