Tingkatkan Minat Baca, Pemkab Tangerang Berdayakan Perpustakaan Digital

oleh -
Pemkab Tangerang, Perpustakaan Digital, itangkab, Kabupaten Tangerang,
Ilustrasi.

KABUPATEN TANGERANG.REDAKSI24.COM —Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berupaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat di tengah pandemi COVID-19 salah satunya dengan memberdayakan perpustakaan berbasis digital. Hingga saat ini di perpustaakaan yang dikembangkan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah sedikitnya telah menyediakan 1.400 judul buku.

Kepala Bidang Pelayanan Pembinaan dan Pelestarian Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Tangerang, Masdi Ana di Tangerang, mengatakan melalui perpustakaan digital masyarakat bisa dengan mudah membaca buku melalui telepon selulernya dengan cukup mengunduh aplikasi “iTangKab” di Playstore.

“Jadi selama pandemi ini kita ada program yang namanya ‘iTangKab’ atau perpustakaan digital tujuannya untuk menarik minat baca, dan itu sangat memudahkan masyarakat,” kata Masdi Ana, Kamis, (15/4/2021).

BACA JUGA: Selama Ramadhan, Pemkab Tangerang Pastikan Vaksinasi COVID-19 Tetap Berlanjut

Masdi Ana menuturkann sekitar seribu lebih judul buku yang tersedia dalam perpustakaan digital tersebut, di antaranya novel, cerita fiksi, buku untuk pelajar dan mahasiswa.

“Di dalam perpustakaan digital itu kita menyediakan judul buku sebanyak 1.400, dari semua jenis kategori,” ujarnya.

Layanan perpustakaan digital, kata dia, diharapkan memudahkan masyarakat dalam mencari buku yang diminati, untuk mengisi waktu luang karena pandemi.

“Dan setelah dibukanya pelayanan perpustakaan berbasis digital itu, tingkat baca di Kabupaten Tangerang ada peningkatan yang cukup signifikan hingga mencapai 3.900 pengunjung,” ungkapnya.

BACA JUGA: Perpustakaan Desa Mekar Baru Melaju ke Tingkat Nasional

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Tangerang juga mengupayakan pelayanan melalui perpustakaan keliling guna meningkatkan minat baca masyarakat di wilayah pedesaan.

Pihaknya telah menyediakan 12 armada perpustakaan keliling untuk menjangkau masyarakat hingga pedesaan sehingga keberadaan perpustakaan dapat dirasakan warga di seluruh daerah itu.

“Nanti pada perpustakaan keliling kita isi dengan buku ‘lifestyle’ (gaya hidup)  supaya masyarakat bisa membaca dan belajar dari buku. Karena siapa tahu dari mereka ada yang mau belajar berwirausaha atau lainnya, tetapi tidak tahu caranya. Maka kita sediakan buku khusus untuk itu dan nantinya juga kalau ini berjalan bisa meningkatkan perekonomian keluarga,” kata dia. (Azmi/Ant/Hendra)