Timbulkan Hujan Debu, Formapel Minta Hentikan Pembangunan PLTU Suralaya

oleh -
PLTU Suralaya Formapel
Cerobong asap PLTU 9-10.

CILEGON,REDAKSI24.COM–Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam forum masyarakat peduli lingkungan (Formapel) mengutuk keras atas insiden hujan debu fly ash yang bersumber dari cerobong asap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 9-10 Suralaya saat melakukan pembakaran batubara. Menurut Formapel kejadian yang terjadi pada Senin, (22/2/2021) sekitar pukul 10.00 WIB ini jelas sangat merugikan masyarakat.  

“Akibatnya debu tebal di lantai teras rumah dan jemuran pakaian warga juga terkena dampaknya” Terang Edi Suriana, Ketua Formapel kepada Redaksi24.com, Selasa (23/2/2021).

Formapel PLTU 9-110
Debu yang menempel di teras rumah warga akibaat hujan debu yang didga berasal dari cerobong asap PLTU 9-10.

Edi meminta kepada pihak yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan yang dapat diterima dan solusi yang tepat untuk warga terdampak. Terlebih hujan debu ini bukan hanya sekali ini dialami warga, dan yang kejadian terjadi merupakan hujan debu yang cukup tebal.

BACA JUGA: Cabut Gugatan terhadap PLTU Jawa 9-10, WALHI Sindir Makin Buruknya Keterbukaan Informasi Lingkungan

Edi juga menambahkan, kondisi pandemi covid-19 sudah cukup menjadi penderitaan masyarakat karena seluruh aktivitasnya terganggu sehingga kejadian seperti ini terkesan menambah beban masyarakat.

“Kalau tak percaya tiap hari cek di lantai teras rumah warga. Kami tak mau dengar lagi alasan apapun, masalah teknis atau alasan ini itu. Solusinya bagaimana untuk masyarakat terdampak, jangan seperti mengabaikan masyarakat seluruhnya” tegas Edi.

Dengan kejadian ini jelas Edi, Formapel meminta PLN untuk menghentikan proses pembangunan PLTU 9-10 dan menyelesaikan terlebih dahulu masalah-masalah yang ditimbulkan PLTU yang ada.

“Ini PLTU sudah tua, banyak dari dulu masalah yang merugikan masyarakat. Tapi kenapa ini mau bangun lagi? Apa mau bunuh masyarakat?” pungkas Edi. (Iqbal/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.