Timbulkan Efek Jera, Kota Tangerang Gelar Sidang Tipiring PPKM Darurat

oleh -
Pelaksanaan sidang Tipiring PPKM darurat di Pasar Lama, Kota Tangerang, Jumat (9/7/2021)

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Sidang tindak pidana ringan (Tipiring) bagi para pelanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Tangerang mulai digelar di Gerbang Pasar Lama, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, Banten.

Puluhan pelanggar yang terjaring oleh tim gabungan pada Jumat (9/7/2021) siang hingga sore, langsung dibawa ke tenda atau tempat sidang untuk disidangkan.

Mayoritas pelanggaran yang mereka lakukan karena lupa tidak memakai masker. Bahkan  ada pula beberapa pedagang makanan yang menerima konsumen untuk makan di tempat.

” Ini merupakan sidang Tipiring yang pertama. Rencananya sidang tersebut akan digelar hingga tanggal 20 Juli 2021 nanti,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, I Dewa Gede Wirajana.

BACA JUGA: Melanggar PPKM Darurat di Kota Tangerang Bakal Langsung Disidang

Adapun sanksi yang diberikan kepada para pelanggar PPKM darurat yang tidak memakai masker dikenakan denda sebesar Rp 50-100 ribu. Namun, kata Kajari, jika ada diantara mereka yang merasa keberatan untuk membayar denda, dikenakan sanksi sosial berupa menyapu atau bersih-bersih sampah di jalanan.

Sedangkan bagi pedagang makanan yang masih menerima konsumen makan di tempat dikenakan sanksi Rp 500 – 5 juta. Apabila tidak sanggup, dapat dikenakan hukuman kurungan selama tiga hari ” Sanksi ini diberikan kepada para pelanggar PPKM darurat sebagai efek jera, agar kedepannya mereka tetap disiplin prokes,” kata dia.

Lebih jauh kejari menjelaskan, pelaksanaan Tipiring mulai digelar, karena sosialisasi PPKM darurat yang diberlakukan oleh pemerintah pusat sejak 3 Juli lalu sudah dinilai cukup, sehingga harus ada tindakan tegas dalam menerapkan aturannya.

” Penerapan PPKM darurat ini memang harus tegas, supaya pelaksanaanya dapat efisien dan optimal,” tandasnya.

BACA JUGA: Dapot: Masih Banyak Masyarakat Kota Tangerang Langgar PPKM Darurat

Sementara itu, salah seorang pelanggar PPKM darurat, Fanisa,18 mengaku tidak sengaja untuk melanggar aturan tersebut. Pasalnya, saat ia usai melayani pembeli bunga di depan tokonya di Pasar Lama, lupa memasang kembali masker yang masih melekat di dagu.

” Pas ada pembeli saya turunkan masker ke dagu. Setelah itu lupa memperbaiki kembali. Saat itu juga ada satpol PP yang sedang razia,” kata Fanisa yang tinggal di Kampung Kali Pasir, Kota Tangerang. Akibatnya ia kena sanksi denda Rp50 ribu.

Begitu pula dengan Mardiono, 35, pedagang mie ayam di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang. Ia terpaksa harus membayar Rp 200 ribu lantaran ada pembeli yang maksa makan di tempat.

” Hakim mendenda saya Rp200 ribu. Tapi jika saya kedapatan melanggar lagi diancam akan di denda maksimal antara Rp500 – 5 juta,” katanya.Hingga berita ini disusun, Jumat Petang, pelaksana sidang tipiring masih berlanjut (Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.