Tim LDP Banten Akan Advokasi Siswa SMKN 3 Pandeglang

oleh -
pkl
EliEli Suhari, (tengah) siswa SMKN 3 Pandeglang yang berhasil kabur dari tempat PKL di Timika, Papua.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pasca adanya perlakukan tidak manusiawi dari pihak anak buah kapal (ABK) terhadap para siswa SMKN 3 Pandeglang, yang melakukan Praktek Kerja Lapangan, di kapal penangkapan ikan Jawa Tengah-Papua, tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Banten, akan melakukan adovasi terhadap para siswa tersebut. Karena khawatir para siswa mengalami gangguan psikologis.

Ketua Koordinator LDP Banten, Ahmad Subhan mengatakan, pihaknya perlu melakukan assesment terhadap pihak sekolah maupun korban. Mengingat kasus penganiayaan tersebut tidak cuma melukai secara fisik anak, namun juga secara psikologi. Sebab itu, pihaknya akan turun tangan atas kasus yang menimpa 15 siswa SMKN 3 Pandeglang tersebut.

“Kami khawatir dampak kekerasan terhadap belasan siswa, akan berpengaruh terhadap psikologis siswa. Maka untuk memulihkan psikologi anak, kami akan melakukan pendampingan,” ungkapnya, Rabu (6/11/2019).

BACA JUGA:
. Disiksa Anak Buah Kapal Saat PKL, 15 Siswa SMKN 3 Pandeglang Kabur dari Timika Papua

. Wabup Pandeglang Akui Proyek Sekolah Lebih Baik Swakelola

. Genjot Kualitas Pelajar, Pemkab Pandeglang Gandeng LOPI Sains

Ia mengaku, akan melakukan beberapa metode untuk mengetahui dampak kekerasaan yang terjadi terhadap 15 siswa tersebut, seperti body mapping. “Kami ingin melihat sejauh mana anak-anak itu mendapat kekerasan fisik. Setelah itu akan mendekatkan secara psikologisnya, nanti hasilnya akan kami serahkan ke psikolog pfofesional untuk melihat dampak kekerasan yang dialami para siswa SMKN 3 Pandeglang itu,” katanya.

Ahmad juga akan mempertanyakan perihal pengawasan pihak sekolah selama siswanya menjalani progran PKL. Sebab kegiatan magang itu dilakukan di luar daerah. Ia juga berharap, pihak sekolah bisa memberi informasi ke dinas terkait, seperti Dinas Sosial.

“Anak-anak yang menjadi korban kekerasan membutuhkan pendampingan psikologis. Apalagi kami dapat info anak-anak saat ini tidak sekolah, mungkin saja ini karena gangguan psikologis,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMK Negri 3 Pandeglang, Susila membenarkan, atas adanya persoalan yang dialami sejumlah siswanya. Saat mendengar para siswa sudah kabur, pihak sekolah langsung membelikan tiket pesawat menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Anaknya semua sudah ada di rumah (Masing-masing). Alhamdulilah sehat walafiat, mereka (siswa) pulang dengan naik pesawat terbang,” imbuhnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *