Tim Gugus Tugas Covid-19 Lebak Telusuri Warga Yang Pernah Kontak Dengan Sekdes di Cihara

  • Whatsapp
Ilustrasi Covid-19.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lebak melakukan tracking terhadap seorang Sekertaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten yang dinyatakan positif Covid-19.

Hasil dari tracking pasien yang berinisial A (38) itu
diketahui terinfeksi Covid-19 setelah melakukan kontak erat dengan pasien S (36) yang merupakan serorang petani sekaligus ketua RT di Cihara. Hal tersebut diperkuat dengan hasil swab test terhadap A beberpaa waktu lalu yang menyatakan A positif Covid-19.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Triatno Supiono mengatakan, pihaknya sudah terjun langsung ke lingkungan A guna mentracking penyebaran Covid-19. Hasilnya, terdapat 24 warga di Cihara yang menjalani Swab Test.

“Ada 24 warga yang kontak erat dengan A, maka kita lakukan swab test terhadap orang-orang itu, ” kata Pion sapaan akrab Kadinkes Lebak ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (9/6/2020).

Pion mengungkapkan, pihaknya juga berencana akan melakukan tracking di ruang lingkup Dinas Sosial (Dinsos) Lebak. Pasalnya, berdasarkan keterangan pasien, beberapa hari yang lalu sebelum dia dinyatakan positif, sempat mengunjungi kantor Dinsos Lebak.

Tidak hanya itu, R juga dilaporkan turut hadir dalam audensi antara Kepala Desa (Kades) , dan Perangkat Desa (Prades) se Kabupaten Lebak yang terhimpun dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Lebak dengan anggora DPRD Lebak di ruang Palipurna DPRD Lebak pada Rabu (3/6/2020) lalu.

“Iya memang betul, tapi tidak masuk ke ruangan. Namun tetap akan kami telusuri, apakah dia berbohong atau tidak, ” katanya.

Menurutnya, tidak perlu adanya pemeriksaan lanjut terhadap kegiatan Sekdes yang menghadiri Audensi tersebut, pasalnya dari pengakuan Sekdes, dirinya tidak masuk ke dalam ruangan Audensi. Namun, pihaknya akan memfokuskan tracking di ruang lingkup Dinsos Lebak, karena sudah dipastikan adanya interaksi antara pasien dengan petugas Dinsos.

” Hanya di luar saja, malah sebenarnya dia beberapa hari yang lalu ada dikantor Dinsos, nah itu yang intens, dengan petugas Dinsos. Itu juga yang akan kami tracking. Pada intinya kami akan terus telusuri dengan siapa saja pasien ini berinteraksi, kalau cuma datang dan say hello saja, itu tidak masuk kiteria. Minimal ada komunikasi yang inten lebih dari satu jam, ” Pungkasnnya.(Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.