Tiga Terdakwa Pungli Korban Tsunami Minta Dibebaskan

  • Whatsapp
Ketiga terdakwa Pungli korban tsunami meminta majelis hakim PN Serang membebaskan mereka.

SERANG, REDAKSI24.COM – Tiga terdakwa pungutan liar (Pungli) kepengurusan jenazah korban bencana tsunami Selat Sunda di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranagara (RSDP) Serang, menjalani sidang pledoi atau pembacaan nota pembelaan atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), di Penagdilan Negeri (PN) Serang, Rabu (18/9/2019).

Dalam pembelaannya, ketiga terdakwa masing-masing, Tb Fatullah,  Budiyanto dan Indra Juniar Maulana meminta majelis hakim membebaskan mereka. Sebab, menurut penasehat hukum terdakwa Tb Fatullah, Pampangrara, pasal 12 huruf e undang-undang Tipikor Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tidak bisa diterapkan kepada ketiga kliennya.

Bacaan Lainnya

“Kami minta dibatalkan demi hukum karena jaksa tidak dapat membuktikan terdakwa menerima hadiah dan tidak ada unsur menguntungkan diri sendiri,” kata Pampangrara.

Kemudian, kata dia, para korban memberikan sesuatu kepada atas inisiatif sendiri, tidak ada unsur paksaan dan tekanan dari para terdakwa.

“Untuk menguntugkan diri menurut kami tidak dapat diterapkan pada terdakwa Fathullah. Uang Rp59 juta hasil Pungli setelah dibelanjakan Rp26 juta, sehingga tersisa dana Rp32 juta telah dikembalikan terdakwa melalui penyidik Polda Banten,” kata Penasehat Hukum Fatullah.

BACA JUGA:

. Jaksa Belum Siap, Terdakwa Pungli Korban Tsunami Batal Dituntut

. Urus 5 Jenazah, Manajemen Seventeen Dimintai Rp19,3 Juta

Berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut, penasehat hukum terdakwa meminta majelis hakim menolak tuntutan JPU dan menetapkan terdakwa Fatullah tidak bersalah sebagaimana dakwaan jaksa.

“Kami meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari semua dakwaan dan membebaskan dari tuntutan hukum,” katanya.

Sementara, penasehat dua terdakwa Buditanto dan Indra juga mengatakan hal yang sama, yakni jaksa tidak dapat membuktikan terdakwa menerima hadiah dan menguntungkan diri sendiri. “Mohon majelis membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan hukum serta memulihkan hak dan martabat keduanya,” katanya.

Sebelumnya, dalam sidang tuntutan JPU di PN Tipikor Serang pada Rabu (11/9/2019) lalu, terdakwa Tb. Fatullah PNS RSDP Serang dituntut pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara dan membayar denda senilai Rp10 juta subsider 3 bulan penjara.

Sementara, dua terdakwa Budiyanto dan Indra Juniar Maulana dituntut pidana penjara selama 1 tahun dan membayar denda Rp5 juta subsider 2 bulan kurungan penjara. Keduanya merupakan karyawan CV Naufal Zaydan yang juga petugas pengangkut jenazah di RSDP Serang. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.