Tiga Rumah Warga Pandeglang Ambruk Diterjang Hujan Angin

  • Whatsapp
rumah ambruk
Sejumlah warga bergotong royong memperbaiki rumah warga yang ambruk diterjang hujan angin.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Hujan disertai angin kecang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Akibat bencana tersebut, tiga rumah warga di Kecamatan Angsana dan Cikeusik ambruk.

Ketiga rumah yang ambruk itu masing-masing milik Sarmah (78) warga Kampung Talangtang, Desa Keramatmanik, Kecamatan Angsana, Joni Hidayat (41) dan Pendi (39) warga Kampung Cangkore Wetan, Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang.

Bacaan Lainnya

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Angsana, Beni Madsira mengatakan, satu rumah warga yang ambruk di desanya itu, diakibatkan derasnya hujan yang disertai angin kencang sejak Minggu malam hingga Senin siang. Ditambah kondisi bangunan rumah sudah rapuh.

“Memang kondisi rumahnya sudah rapuh dan diperparah lagi derasnya hujan yang serta angin kencang. Sehingga membuat rumah warga ambruk,” ungkapnya, Senin (2/11/2020).

BACA JUGA: Pasca Ditutup Akibat Covid-19, Mal Pelayanan Publik Pandeglang Kembali Ramai

Lanjut Beni, dalam insiden itu ia memastikan tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah. Untuk sementara waktu, kata dia, pihaknya telah melakukan pembersihan rumah tersebut dan pemiliknya dievakuasi ke rumah saudaranya yang lain.

“Tidak ada korban jiwa. Sudah kami tangani, melakukan evakuasi dan juga sudah kami berikan bantuan sementara berupa logistik,” katanya.

Terpisah, anggota KSB Kecamatan Cikeusik, Abdurrochim mengatakan, musibah rumah ambruk yang dialami dua warga Cikeusik itu, diakibatkan hujan deras disertai angin kecang yang terjadi selama sehari semalam.

“Ya benar ada dua rumah warga Cikesik yang ambruk pada saat terjadi hujan deras dan angin kecang. Kejadiannya Senin pagi,” ujarnya.

Dia juga memastikan, kejadian dua rumah ambruk itu tidak ada korban jiwa. Karena menurut keterangan dari saksi mata yakni, Nengsih, semua pemilik rumah sedang tidak ada di dalam rumah saat kejadian.

“Semua pemilik rumah selamat dari kejadian itu. Karena semuanya sedang bekerja di luar rumah, adapun yang di dalam rumah sempat lari keluar karena merasakan kondisi rumah akan roboh,” tuturnya.

Ditambahkannya, atas musibah itu total kerugian yang dialami kedua korban masing-masing mencapai Rp125 juta. “Total kerugian dari dua rumah itu mencapai Rp250 juta. Kami sudah mendatanya dan melaporkan kejadian ini ke BPBD maupun Dinsos Pandeglang,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.