Tiga Orang Penembak Misterius di Tangerang Raya Ditangkap, Dua Diantaranya Saudara Kembar

  • Whatsapp
Penembak misterius
Tiga orang penembak misterius di bekuk Polresta Tangsel.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Pelaku penembakan misterius (petrus) di Tangerang Raya  dibekuk polisi pada Senin (10/8/2020) malam. Pelaku berjumlah tiga orang dan diantaranya merupakan saudara kembar.

Kapolres Kota Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan mengatakan, ketiga pelaku tersebut ditangkap di salah satu apartemen di Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

“Pelaku berhasil ditangkap setelah kami melakukan pengintaian pergerakan mobil Xenia dengan nomor polisi B 1718 WOM terduga salah satu pelaku. Kemudian dilakukan penggerebekan terhadap mobil tersebut di salah satu apartemen dan ditemukan sejumlah senjata api airsoft gun,” kata Iman saat press konferens di Mapolres Kota Tangsel, Selasa (11/8/2020).

Penembakan misterius tersebut terjadi pada Juni 2020 lalu dan mengakibatkan delapan pengendara motor terluka. Yakni tiga penembakan terjadi di wilayah Kecamatan Pagedangan dan satu penembakan di Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang, tiga penembakan di Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan dan dua penembakan di wilayah Kota Tangerang.

BACA JUGA: Penembak Misterius di Kota Tangerang Dibekuk Polresta Tangsel

Sedangkan para tersangka pelaku petrus tersebut yakni Evans Ferdinand (27), serta dua saudara kembar Clrence Antonius (20) dan Christoper Antonius (20). 

“Untuk perannya, EF berperan sebagai pemilik senjata api airgun dan eksekutor penembakan. Sementara CLA bertugas mencari target untuk dan ditembak dan CHA sebagai pengemudi,” terang Iman.

Sedangkan untuk motifnya, Iman menuturkan, para tersangka berniat ingin membubarkan para pemotor yang melakukan balap liar. “Tetapi hasil dari penyelidikan terhadap korban bahwa korban tidak melakukan balapanliar dan hanya pengendara biasa,” ungkap Iman.

Selain tiga tersangka, polisi mengamankan tiga senpi air gun yakni satu jenis glok, satu merek fushipn gejluk, dan satu merk evolution PCP. Serta satu kotak peluru gotri cal 4,5 mm- 500 rds, 37 butir peluru mimis dan mobil Daihatsu Xenia warna putih bernomor polisi B 1718 WOM. 

“Tiga tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 E KUHP dan atau Pasal 353 ayat 2 KUHP dan atau Pasal 351 ayat 2 KuHP dan atau Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 karena melakukan penganiayaan dan atau tanpa hak menguasai atau memiliki senjata api ilegal,” pungkas Iman.

BACA JUGA: Polres Metro Tangerang Kesulitan Ungkap Kasus Penembak Misterius

Sementara itu, salah satu korban petrus yang merupakan mahasiswa semester akhir Sentul City School of Government and Public Policy Wili Brodus Obe mengaku, tidak sadar dirinya terkena tembakan peluru yang menembus punggung sebelah kanan. 

“Awalnya enggak sadar kalau terkena tembakan, saya pikir cuma ada orang iseng lempar batu. Tetapi setelah dicek berdarah dan langsung ke rumah sakit mentari di Legok,” kata Wili yang mengaku mendengaf suara tembakan tersebut saat melintas di Jalan Raya Serpong, depan Rumah Sakit As-Shobirin pada Juni lalu. (wvyh/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.