Tiga Orang Pemilik Home Industri HP Rekondisi Sudah Terindikasi

  • Whatsapp
Kombes Abdul Karim
Kapolres Metro Tangerang, Kombes Abdul Karim saat grebek home industri HP rekonsisi

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM- Polres Metro Tangerang memburu tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga sebagai pemilik home industri hand phone (HP) rekondisi yang digrebek beberapa waktu lalu, di Ruko De Mansion Nomor B 16 dan B 9, Jalan Jalur Sutera, Alam Sutera, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten.

“Sampai saat ini, anggota kami masih melakukan pengejaran terhadap tiga orang yang diduga big bos dari usaha tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, Ajun Komisaris Besar, Dicky Ario Yustisianto, Senin (9/9/2019).

Bacaan Lainnya

Ketiga orang itu, kata kasat, keberadaannya sudah teridentifikasi. Dan Mudah-mudahan, tambahnya dalam waktu dekat sudah bisa ditangkap.

Diketahui, Jumat (6/9) lalu, Polres Metro Tangerang, menangkap empat orang warga negara asing (WNA) yang bertugas sebagai pengawas, dan 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) selaku pekerja di perusahaan “gelap” tersebut.

Menurut Kapolres Metro Tangerang, Komisaris Besar Abdul Karim, dalam satu tahun omset penjualan telepon genggam rekondisi berbagai macam merek itu mencapai Rp 300 miliar. Dan kegiatan itu, katanya, sudah berlangsung selama empat tahun.

Dan berdasarkan pengakuan pelaku, kata Kapolres, keuntungan yang diperoleh dari penjualan satu HP berkisar Rp 500-Rp1 juta, sehingga dalam setahun mereka memdapatkan omset mencapai Rp 300 miliar. “Ya kalau ditotal selama empat tahun, keuntumgan mereka mencapai Rp 1,2 triliun, ” kata Kapolres.

Dalam menjalankan bisnisnya, kata Kapolres, kelompok tersebut sengaja mendatangkan gadget bekas dari China dan pasar lokal di Indonesia. Kemudian dirakit kembali di Ruko itu. Setelah jadi, Kata dia, telepon genggam rekondisi dipasarkan melalui toko online dengan dilengkapi kartu garansi untuk meyakinkan pembeli.

Baca juga:

Home Industri Rekondisi HP Beromset Ratusan Miliar Digrebek Polisi

Akubat perbuatannya, tambah Kapolres, ke 14 orang tersangka dijerat dengan pasal berlapis tentang perlindungan konsumen, perdagangan, dan tentang telekomunikasi. Dari pasal 62 ayat 2 UU RO nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Lalu pasal 104 ayat 1 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman penjara lima tahun dan atau denda paling banyak Rp5 miliar. Terakhir, para tersangka dikenakan pasal 47 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi dengan ancaman pidana paling lama penjara enam tahun dan denda paling banyak Rp600 juta. (Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.