Tiga Kecamatan Jadi Lokus Perhatian KPU Pandeglang

oleh -
KPU Pandeglang
Komisioner KPU Pandeglang berdiskusi dengan kalangan jurnalis menjelang Pilkada Pandeglang 2020.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ada sebanyak tiga kecamatan di Pandeglang, yang kini menjadi perhatian KPU Pandeglang dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pandeglang 2020 mendatang. Sebab ketiga kecamatan tersebut masih minim partisipasi pemilihnya.

“Ketiga kecamatan yang menjadi lokus (lokasi khusus) perhatian kami itu diantaranya Kecamatan Kadu Hejo, Kecamatan Menes dan Kecamatan Cimanuk,” ungkap Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai kepada wartawan, Kamis (5/12/2019).

Dia mengatakan, dari sebanyak 35 kecamatan di Pandeglang, terdapat tiga kecamatan yang jadi perhatian pihaknya dalam menghadapi Pilkada nanti. Karena berkaca pada pemilu lalu, tingkat partisipasi pemilih di ketiga kecamatan itu dibawah 50 persen.

“Kemungkinan karena hilang kepercayaan pada pemimpin yang lalu-lalu, atau mungkin karena kurangnya sajian dari para calon, sehingga partisipasi pemilih minim,” ungkap Sujai.

BACA JUGA:

. Anggaran Tak Sesuai Pengajuan, KPU Pandeglang Bakal Pangkas Jumlah TPS

. Bawaslu Pandeglang Buka Pendaftaran Panwascam

. Genjot Partisipasi Pemilih, KPU Roadshow ke Sejumlah Instansi

Lanjut Sujai, berbeda dengan kecamatan lain, yang angka partisipasi pemilihnya di atas 50 persen. Sebab itu, saat ini ketiga kecamatan menjadi perhatian khusus. Selain itu, dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada nanti, pihaknya juga akan lebih menyajikan daftar pemilih yang betul-betul akurat, mutakhir dan komprehensif.

“Dari hasil analisa kami sebagai penyelenggara pemilu. Hal itu terjadi karena sikap dari warganya itu sendiri, yang ada semacam ketidak percayaan terhadap para pemimpin yang lalu, sehingga membuat mereka sedikit hilang kepercayaan,” ujarnya.

Diharapkannya, media ikut membantu dalam mendongkrak partisipasi pemilih, yaitu melalui penyebaran informasi terkait dengan pemilu. “Seperti informasi tahapan pemilu, mulai dari perekrutan badan Adhock, PPK, PPS, dan KPPS. Kemudian pemutakhiran data, dan data pemilih serta informasi lainnya. Jangan sampai masyarakat tahunya pada saat hari pencoblosan saja,” katanya.

Media juga bisa mempublikasikan masalah pemilihan, mulai dari regulasi atau mungkin masalah aspek teknis, karena media mempunyai peranan yang sangat strategis, sebab banyak masyarakat juga yang sehari-harinya menggunakan media sosial.

“Partisipasi pemilih pada Pilkada 2015 lalu hanya diangka 56 persen. Mudah-mudahan dengan berbagai upaya yang kami lakukan dalam mendorong partisipasi pemilih Pilkada 2020, bisa mencapai 78 persen,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.