Tidak Dapat Keadilan Hukum, 3 Siswi Yang Dicabuli Ngadu ke DPRD Lebak

oleh -
3 siswi korban pencabulan didampingi keluar dan kuasa hukumnya ngadu ke DPRD Lebak.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Tiga orang siswi salah satu sekolah di Lebak, yang menjadi korban pencabulan pegawai UPT Samsat Malimping, mendatangi DPRD Kabupaten Lebak untuk mengadukan Kasus yang telah menimpanya.

‘ Kami datang kesini (DPRD Lebak) untuk mengadukan persoalan yang pernah dihadapi oleh ketiga orang siswi itu,” kata Penasehat Hukum korban, Erwanto kepada Redaksi24.com saat mendampingi ketiga siswa itu di Gedung DPRD Lebak, Rangkasbitung, Selasa (29/10/2019).

Pasalnya, kata Erwanto, dalam kasus pencabulan yang dilakukan oleh ND, pegawai UPT Samsat Malimping itu, petugas kepolisian yang mendapat laporan hannya menahan MD. Sedangkang FH yang menyediakan minuman keras dan obat-obatan untuk dicekokin atau diminumkan secara paksa kepada ketiga korban tidak dilakukan tindakan apa-apa..

” Untuk ND saat ini statusnya sudah tersangka. Sedangkan FH yang memberikan minuman dan obat-obatan hingga korban tidak sadarkan diri bebas. Ini tidak adil,’ tandas Erwanto yang di iyakan juga oleh keluarga ketiga orang korban.

Seharusnya kata Erwanto, FH juga ditahan dan diproses secara hukum. Karena dalam kejadian yang tidak bermoral itu FH ikut andil walaupun tidak turut melakukan pelecehan seksual kepada korban.

Dan di dalam undang – undang KUHP, kata dia, disebutkan, jangankan membantu atau turut serta melakukan kejahatan, mengetahui saja bila tidak lapor ke aparat hukum bisa dijerat dengan pidana. ” Ya kalau sampai saat ini FH masih bisa menghirup udara segar, ada apa dengan hukum di negara ini, ‘ kata Erwanto.

BACA JUGA:

Bupati Lebak lahirkan Perda Magrib Mengaji Untuk Meminimalisir Praktik Asusila Terhadap Ana

Bocah Berusia 7 Tahun Di Gunung Kecana Lebak Dicabuli Tetangganya Sendiri

Menyikapi hal itu Ketua DPRD Lebak Didin Nurohmat mengatakan, pihaknya merasa prihatin atas apa yang telah menimpa terhadap ketiga siswi tersebut. Karenanya, kata dia, kasus itu harua ditindak lanjut sesuai ketentuan yang ada.

” Kami akan cek dulu kasusnya. Apabila memang ada kejanggalan, akan kami kawal hingga tuntas. Dan pelakunya harus dijatuhi hukuman yang setimpal,’ kata Didin. (Yusuf/Aan)