Tidak Bawa Surat Keterangan Sehat Penumpang KRL Dilarang Keluar Dari Stasiun Rangkasbitung

  • Whatsapp
Pemeriksaan penumpang KRL di Stasiun Rangkasbitung.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai memberlakukan kebijakan pemeriksaan surat keterangan sehat bagi setiap pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) yang turun di Stasiun Rangkasbitung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Berdasarkan pantauan dilokasi pada Kamis (28/5/2020), ratusan penumpang yang turun di Stasiun Rangkasbitung menjalani pemeriksaan surat keterangan. Mereka diperiksa oleh Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lebak yang tengah berjaga di pos pemeriksaan di stasiun tersebut. Tidak sedikit penumpang yang tidak dizinkan keluar dari Stasiun Rangkasbitung dan diimbau untuk kembali ke daerah asal karena tidak dapat menunjukan surat keterangan tersebut.

Bacaan Lainnya

Feby, Kordinator BPBD di Pos Stasiun Rangkabitung mengatakan, pemeriksaan tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 440/1824-GT/2020, tentang pelaksanaan protokol kesehatan ditempat umum di wilayah Kabupaten Lebak.

Dimana, dalam pemeriksaan tersebut pihaknya meminta para pengguna yang turun di Stasiun Rangkasbitung, khususnya penumpang yang berasal dari zona merah penyebaran covid-19 untuk menunjukan surat keterangan sehat, dan dokumen lainnya sesuai dengan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, tentang pengendalian transportasi selama mudik Idul Fitri dalam rangka pencegahan Covid-19. Sementara untuk warga Lebak sendiri, hanya perlu menunjukan kartu identitas seperti E-KTP, atau SIM.

” Warga yang turun akan diperiksa, sementara yang berangkat hanya akan diimbau agar melengkapi dokumen tersebut terlebih dahulu, karena hal serupa juga diterapkan di Jakarta,” kata Feby kepada Redaksi24.com.

Feby menuturkan, dalam pemeriksaan hari ini di Stasiun Rangkasbitung sedikitnya lebih dari 50 pengguna KRL diputarbalikan. Pemeriksaan sendiri akan dilakulan di dua stasiun lainnya yang berada di Kabupaten Lebak, yakni Stasiun Maja dan Citeras.

“Kebanyakan mereka berasal dari daerah zona merah seperti Jakarta dan Bekasi, mereka diputarbalikan karena tidak melengkapi dokumen, ” tuturnya.

Katanya, pemeriksaan tersebut akan berlangsung hingga 5 Juni 2020. Namun, pihaknya menunggu keputusan masa Perbatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

“Apabila PSBB diperpanjang, kita akan mengikuti PSBB di Jakarta,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirinya menginbau bagi setiap pengguna KRL yang akan turun di stasiun yang berada di Kabupaten Lebak untuk melengkapi dokumen terlebih dahulu dan selalu menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan physical distancing.

Sementara itu, Ahmad (42) seorang pengguna KRL yang terpaksa diputarbalikan mengaku dirinya tidak mengetahui kebijakan tersebut. Dirinya sendiri berasal dari Bekasi, dan hendak brerkunjung ke keluarganya di Rangkasbitung.

“Tidak tahu harus ada dokumen, jadi terpaksa pulang lagi, “pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.