Terungkap, Bos Bakso di Cibadak Ternyata Dibunuh Ponakannya Sendiri

oleh -
BARANG BUKTI : Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto menunjukan barang bukti yang digunakan kedua pelaku untuk membunuh Endang Hidayat (39) warga Kecamatan Sobang, di Kampung BTN Mandala, Desa Kadu Agung Tenggah, Kecamatan Cibadak pada Selasa (9/7/2019) lalu.

REDAKSI24.COM— Dalam konferensi pers yang digelar Polres Lebak,Jumat (12/7/2019), Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto menuturkan jika aktor utama pembunuhan Endang Hidayat (39) warga Kecamatan Sobang, di Kampung BTN Mandala, Desa Kadu Agung Tenggah, Kecamatan Cibadak pada Selasa (9/7/2019) lalu, ternyata adalah AW (19)  yang tidak lain adalah keponakannya sendiri.

“Dari hasil penyelidikan diketahui AW merupakan dalang kasus pembunuhan tersebut,” kata Wakapolres Lebak, Jum’at (12/7/2019).

Wakapolres menjelaskan AW ditetapkan sebagi pelaku bersama temannya SM alias Cepi warga Kecamatan Sobang. Sebelum melancarkan aksinya, AW menawarkan uang imbalan sebesar Rp10 Juta kepada SM jika berhasil membunuh korban. SM yang tergoda tawaran AW langsung menerimanya, dan segera menyusun rencana pembunuhan korban.

Menurut Wendi, adapun motif pelaku tega membunuh pamanya karena perasaan sakit hati yang dialami oleh AW atas perbuatan korban yang telah memakai uang pemberian ibunya yang merupakan TKI Arab Saudi sebesar Rp. 10 Juta.

“Awalnya ini merupakan masalah pribadi antara pelaku dengan korban, pelaku yang tidak terima uang pemberian ibunya dipakai oleh korban yang merupakan pamannya sendiri langsung menghubungi rekannya untuk menghabisi nyawa korban dengan imbalan uang sebesar Rp. 10 juta,” jelas mantam Kapolsek Balaraja ini.

Atas perbuatannya, AW dan SM terancam pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 KUHP dan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakhiri nyawa seseorang dengan ancaman seumur hidup.

” Pelaku terancam terjerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman seumur hidup,” tandasnya.

Sementara itu, AW mengaku, sebelum melancarkan aksinya dirinya melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan SM satu hari sebelum kejadian di Terminal Kalijaga, Rangkasbitung yakni pada Senin (8/7/2019). “Saya telepon SM untuk melakukan pertemuan di Terminal Kalijaga. Karena sakit hati karena uang kiriman Ibu selalu dipakai korban,  saya menawarkan uang sebesar Rp. 10 juta kepada SM untuk menghabisi nyawa korban,” aku AW.(Yusuf/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.