Tersangka Korupsi Jasa Cleaning Service RS Sitanala Rp655 Juta Dijebloskan Ke Rutan Polrestro Tangerang Kota

oleh -
Tersangka kasus korupsi pengadaan Kegiatan Pengadaan Jasa Cleaning Service (CS) di Rumah Sakit (RS) Sitanala, Kota Tangerang, Banten.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Salah satu tersangka  kasus korupsi Kegiatan Pengadaan Jasa Cleaning Service (CS), di Rumah Sakit (RS) Sitanala, Kota Tangerang, Banten,  YS di jebloskan ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polres Metro Tangerang Kota, Banten.

YS yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek tersebut di jebloskan ke dalam tahanan, setelah Kejaksaan Negeri Tangerang Kota menjebloskan satu  tersangka lainnya seperti SRM ke Rutan Pandeglang Klas II B beberapa waktu lalu. Sementara satu orang lainnya, AM yang juga terlibat dalam kasus korupsi sebesar Rp655 juta itu, masih menjadi tahan kota karena sedang sakit.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Erich Folanda mengatakan sebelum melakukan penahanan pada YS, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan sebanyak dua kali, yaitu 16 Desember dan 23 Desember 2021. 

Karena pada pemanggilan yang kedua itu tidak diindahkan, kata dia, Kejari Kota Tangerang langsung melakukan jemput paksa pada tersangka. “Terhadap tersangka YS telah dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik sebanyak 30 pertanyaan, dan telah dilakukan pemeriksaan oleh Dokter yang kemudian dinyatakan sehat. Maka Penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka YS,” ujar Erich melalui keterangan resmi yang diterima Redaksi24.com, Selasa (28/12/2021).

BACA JUGA: Kejari kota Tangerang Tetapkan Tiga Tersangka Pada Kasus Korupsi RS Sitanala Sebesar Rp655 juta

Erich menjelaskan penahanan YS sesuai dengan Pasal 20 Junto Pasal 21 KUHAP, dimana penyidik memiliki bukti yang cukup serta memiliki kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi tindak pidana. 

“Penahanan dilakukan selama 20 hari kedepan terhitung sejak Senin (27/12/2021) sampai Sabtu (15/1/2022), dan untuk sementara dititipkan di Rutan Polres Metro Kota Tangerang,” ujarnya.

Erich menambahkan YS disangkakan oleh penyidik melanggar pasal 2 ayat (1) Junto Pasal 18 Undang-Undang No 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atau Pasal 3 Junto Pasal 18 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Candra/Aan).