Terpukul Covid-19, Omzet Pedagang Sembako di Pandeglang Merosot

  • Whatsapp
pedagang sembako
Seornag pedagang beras di Pasar Badak, Pandeglang mengeluhkan sepinya pembeli.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Para pedagang sembako di sejumlah pasar di Pandeglang, Banten, mengeluh sepinya pembeli. Selain itu, mereka juga terpukul dengan kenaikan harga di pasaran. Kedua kondisi tak mengenakan bagi pedagang sembako itu, diduga akibat dampak pandemi corona virus disease atau Covid-19.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Badak Pandeglang, Sarmin mengaku, saat ini pembeli sepi. Mungkin, kata dia, karena disebabkan pandemi Covid-19, dan ada larangan dari pemerintah daerah kepada warga untuk tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah.

Bacaan Lainnya

“Saat ini pembeli sepi, sehingga omset penjualanpun menurun drastis. Yang tadinya bisa menjual satu ton sampai dua ton beras perhari, sekarang hanya beberapa kwintal yang terjual,” ungkapnya, Sabtu (28/3/2020).

Dikatakannya, selain sepinya pembeli, pandemi covid-19 ini juga membuat sejumlah harga bahan pokok melambung tinggi di pasaran. Sehingga banyak sekali para pedagang yang mengeluhkan atas kondisi seperti itu.

“Mungkin karena dampak covid-19, jadi harga sembako juga melambung,” katanya.

BACA JUGA:

. Tim Satgas Covid-19 Pulosari Pandeglang Dikasih Seragam

. PDAM Tirta Berkah Pandeglang Bangun Bilik Sterilisasi Bagi Warga di Pasar dan Terminal

. Puseksmas Saketi Pandeglang Lakukan Tes Screening Bagi Warga Pendatang

Senada dikeluhkan Saepullah, pedagang gula pasir, yang mengaku harganya melambung cukup signifikan, bahkan mencapai 15 persen. Yang semula Rp 12 ribu per kilogram, kata dia, saat ini mencapai Rp 15 ribu per kilogram.

“Untuk per karungnya dari Rp500 ribu sekarang naik menjadi Rp830 ribu,” ujarnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.