Terpukul Covid-19, Omzet Pedagang Pasar Tradisional di Cilegon Anjlok

  • Whatsapp
pasar tradisional
Dampak covid-19 kini mulai dirasakan pedagang Pasar Tradisional di pasar Blok F, Kota Cilegon.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Meski sudah menerapkan sistem online, namun ancaman dampak ekonomi akibat pendemi Corona virus disease atau Covid-19 tetap terasa bagi para pedagang Pasar Tradisional Blok F, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.

Himbauan pemerintah terhadap masyarakat Cilegon untuk tetap berada di rumah sedikit banyaknya telah mempengaruhi jumlah pengunjung pasar. Para pedagang mengaku mengalami penurunan omzet hingga sebesar 50%.

Bacaan Lainnya

Jannah (42), Pedagang sayur dan bahan masakan seperti cabai dan bawang mengaku, jumlah pembeli sejak pandemi covid-19 menurun drastic dibanding hari-hari biasa sebelum pandemi.

“Kalau harga stabil, cuma pembelinya menurun, yang datang ke pasar juga sepi,” kata Jannah kepada Redaksi24.com, Sabtu (18/4/2020).

Ia juga mengatakan, permintaan saat ini justru didominasi pembeli untuk kebutuhan rumah. Biasanya, pembeli di tokonya merupakan pedagang sayur eceran yang berjualan keliling ke perumahan warga.

“Kalau yang buat dagang lagi kan sudah jarang ada yang jualan, paling yang beli buat kebutuhan rumah,” katanya.

BACA JUGA:

. Belum Ada yang Positif, ODP Covid-19 di Kota Cilegon Bertambah

. Dukung Sosial Distancing, Pasar Blok F Cilegon Terapkan Belanja Online Non Aplikasi

. RSKM Kota Cilegon Buka Layanan Rapid Tes Secara Mandiri

Senada dirasakan pedagang sembako yang enggan disebutkan namanya. Menurut pedagang sembako bertubuh kurus itu, omzetnya menurun akibat dampak Pandemi Covid-19.

“Ini kapan selesainya ya, dagang buka setiap hari, cuma pembelinya berkurang drastis, ,” ujar pedagang yang tetap mengenakan masker sesuai anjuran pemerintah.

Diketahui, Pengelola Pasar Tradisional Blok F Kota Cilegon sejatinya telah menyediakan akses belanja online yang bisa dipesan melalui whatsapp. Nomor yang tertera untuk pemesanan nantinya akan berkordinasi dengan pedagang untuk selanjutnya barang dikirim ke rumah konsumen.

Namun, cara online ini dirasa belum merata, beberapa pedagang justru tidak mengerti bagaimana konsep jual beli online selama pandemi Covid-19. “Nggak ngerti, masih ngandelin jualan secara manual saja,” katanya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.